Duterte Hargai 25.000 Piso untuk “Kepala” Pemberontak NPA

Philippines Communist Rebels [Sumber: Philipine Star]

Manila, Semarak.news—Langkah Duterte semakin edan.  Ia menaikkan imbalan dari P20.000 menjadi P25,000 (sekitar Rp6.488.000,00) untuk setiap pemeberontak Komunis—National People Army—yang terbunuh. Ia ingin meneradikasi setiap kelompok komunis yang telah melakukan penyerangan terhadap tentara. Hal ini lantaran hampir setiap hari terdapat tentara nasional Filipina yang dibunuh.

Pada 1968, kelompok ini juga mengaklaim telah melakukan “pembunuhan” terhadap 30.000 sipil. Pihak militer juga berpendapat bahwa mereka sama dengan ISIS, bedanya mereka bergerak atas dasar keadilan sosial

National People Army (NPA)

Merujuk Tracking Terrorism kelompok ini merupakan sebuah kelompok pemberontak di Filipina dengan ideologi Marxisme-Leninisme di bawah Communist Party of the Philipines (CPP). Kelompok dengan nama lain New People’s Army (NPA) ini merekrut anggota dengan kisaran usia 20-30 tahun. Semenjak berdiri pada 1969 hingga akhir 2016,  diperkirankan sudah memiliki anggota yang mencapai 3.800 kombatan. Mereka juga sedikitnya memiliki 4.500 pucuk senjata yang siap digunakan untuk bertempur.

CPP sendiri pada walnya merupakan sempalan dari faksi Maoisme. Dibawah CPP, NPA mulai bergerilnya melawan Presiden Ferdinand Marcos. Mereka mengasasinasi petinggi pemerintah dan melakukan pendadakan serta pembunuhan terhadap anggota tentara Filipina.

Kejahatan Perang

Di lain sisi, perntayaan ini juga mengundang pro dan kontra.  Rachel Chhoa-Howard dari Amnesty Internasional mengatakan bahwa hal ini merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia. Ia berpendapat bahwa lebih baik menangkap ketimbang membunuh mereka. (MDZ)

TINGGALKAN BALASAN