Berburu Harta Karun di Sungai Sekanak Palembang

Palembang, Semarak News – Tradisi berburu harta karun di Sungai Sekanak telah dilakukan sejak puluhan tahun silam. Bahkan cukup banyak warga yang tinggal di sekitaran Sungai Sekanak yang menjadikan berburu harta karun sebagai mata pencaharian sampingan.

Untuk diketahui, Sungai Sekanak -yang merupakan anak Sungai Musi- sudah pernah dikeruk dan direvitalisasi tahun 1982. Pada zaman dahulu, Sungai Sekanak adalah tempat mandi Kerajaan Sriwijaya dan Belanda saat berada di Palembang pada zaman penjajahan. Para pemburu harta ini bermodalkan alat pengayak pasir atau anyaman bambu yang biasa disebut rago. Biasanya, mereka mulai melakukan aktivitasnya sejak pagi hingga tengah hari dan rutin dilakukan setiap hari.

Masyarakat sekitaran Sungai Sekanak yakin peninggalan bekas Kerajaan Sriwijaya mempunyai nilai jual tinggi. Jika beruntung, para pencari harta karun bisa mengantongi jutaan rupiah dalam beberapa hari. Salah satunya adalah Dodi, masyarakat sekitar Sungai Sekanak yang ikut memburu harta karun.

“Kami kadang dapat emas, botol antik, mata uang Belanda, koin bertuliskan huruf Arab, dan barang antik lainnya. Bahkan ada yang sudah beli motor dari hasil penjualan barang-barang antik itu. Biasanya kami langsung menjual barang antik tersebut kepada kolektor atau pengepul,” ucap Dodi.

Hal ini juga mendapat perhatian dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga. Menurut Irene, Pihak Disbudpar Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan upaya penyelamatan temuan sejarah di Sungai Musi dan anak Sungai Musi. Akan tetapi, pihaknya belum bisa langsung menentukan cagar budaya sebelum dikaji lebih lanjut. Karena barang cagar budaya bukan hanya dilihat dari usia, tapi juga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Di sisi lain, tidak ada penganggaran pemerintah dalam hal penggantian penemuan barang sejarah. Termasuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bisa bersama menjaga agar aset sejarah tetap lestari. (NA)

TINGGALKAN BALASAN