Bentrok Massa Aksi LKBHMI Dengan Pihak Kejaksaan Tinggi Makassar

Massa LKBHMI menuntut Kejaksaan Tinggi selesaikan Kasus Jen Tang

Makassar, Semarak.news – Bentrok massa aksi dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) terjadi lantaran aksi represif yang dilakukan oleh pihak Kejati. Aksi di depan Kantor Kejati (09/10/2018), adalah aksi ketiga kalinya setelah sebelumnya tidak ada penyelesaian masalah.

Pihak LKBHMI hanya ingin meminta jawaban atas kasus tersangka korupsi penyewaan lahan di Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar Soedarjo Aliman alias Jen Tang. Karena beredar juga foto dan video tersangka yang sedang bersantai di daerah Ibukota. LKBHMI juga berharap anak dari Jen Tang bisa memberi informasi tentang keberadaan bapaknya.

Massa kecewa dengan perlakuan pihak Kejaksaan Tinggi Kota Makassar yang menutup gerbang sebelum aksi dimulai. Pihak Kejati seperti antipati dengan aspirasi masyarakat.

Seperti yang diketahui, bahwa aspirasi di muka umum sudah di atur dalam Undang-Undang. Merasa tidak dipedulikan, massa aksi membakar ban mobil di depan kantor Kejaksaan Tinggi Kota Makassar.

Aksi bakar ban di anggap sebagai tindak yang tidak ber etika oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulselbar. Massa beranggapan bahwa itu dilakukan karena penutupan gerbang masuk kantor Kejati.

massa aksi membakar ban di depan Kantor Kejati (sumber: istimewa)

Bukan menanggapi dengan baik, pihak Kejati malah memadamkan api dengan berulang kali menyiram air dengan ember ke kerumunan massa. Aksi ini menyulut kemarahaan kerumunan massa aksi. Bentrok adu mulut dan saling lempar tidak terhindarkan.

Beberapa anggota kepolisian juga terlihat mengawal jalanya aksi unjuk rasa ini.

Tidak hanya itu, setelah api tidak berhasil di padamkan pihak Kejati memilih cara lain. Beberapa extinguisher di semprotkan ke ban yang terbakar dan mengenai kerumunan massa aksi.

semprotan extinguisher

Aksi mulai meredam dengan keluar nya Bapak Irwan S (Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kota Makassar) untuk berdiskusi dengan pengunjuk rasa.

Diskusi berakhir dengan disetujuinya penerbitan Jen Tang menjadi DPO di 1000 selebaran yang akan di tempel sekitaran Makassar. Pihak LKBHMI dan Kejaksaan Tinggi akan melakukan diskusi lanjutan yang di hadiri Tarmizi (Kepala Kejati Sulselbar). (ABP)

TINGGALKAN BALASAN