Aksi Solidaritas Masyarakat : Kecam tindakan represif, intimidasi dan kekerasan oleh Pihak Kepolisian Sumba Barat

Dok/Semarak.news

Kupang,Semarak.news – Tindakan represif yang dilakukan oleh oknum Kepolisian Sumba Barat yang menewaskan Petani Poroduka, di Desa Patiala Bawa, Ke. Lamboya, Kab. Sumba Barat dipicu karena masyarakat menolak terhadap pengukuran tanah yang dilakukan oleh BPN bersama PT. Sutra Marosi Kharisma karena tidak memiliki legalitas yang jelas. Pihak Kepolisian mengerahkan 80-100 Personel bersenjata untuk mengamankan luas lahan 200 ha yang tersebar di bidang tanah tersebut.

Dalam peristiwa tersebut aparat dari Polres Sumba Barat menggunakan kekerasan dan peluru untuk membubarkan massa yang menolak pengukuran. Akibatnya dua orang terkrna tembak dan 1 orang meninggal dunia (Poroduka 40 Tahun), 10 orang mengalami kekerasan fisik, dan terdapat 1 korban anak kecil yang masih SMP termasuk dalam korban kekerasan.

Akibat dari peristiwa tersebut Aliasnsi Masyarakat dan Mahasiswa melaksanakan Aksi Solidaritas Masyarakat yang di mulai di Depan Kantor Gubernur NTT menuju dan orasi di Kantor DPRD NTT dan berakhir di Kantor POLDA NTT.

Aksi diikuti oleh beberapa elemen masyarakat dari Himpunan mahasiswa asal tanah Righu, FMN, LMND, dan Walhi. Adapun tuntutan aksi yakni Mengecam tindakan represif, intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian Sumba Barat, Copot Kepala BPN dan Dinas Pertanahan Sumba Barat,Copot Kaporles Sumba Barat, Menuntut Mabes Polri mengusut tuntas Penembakan, penyelidikan kasus tersebut harus ditarik di bawah pengawasan langsung Mabes Polri demi meminimalisir Conflict of interest, LPSDK harus objektif dalam perlindungan Saksi dan Korban,  Cabut Izin PT. Sutra Marosi Kharisma (PT.SMK), dan Tarik TNI dan Polisi dalam penyelesaian kasus sengketa Tanah. (RA)

TINGGALKAN BALASAN