Mei 25, 2024

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

‘Agak ekstrim’: Harga beras di Indonesia dilanda kekeringan karena berkurangnya panen

‘Agak ekstrim’: Harga beras di Indonesia dilanda kekeringan karena berkurangnya panen

KARAWANG, Indonesia: Beberapa sawah dengan sekam kosong berdiri di antara tanaman di ladang petani Indonesia Akma Ranga di Jawa Barat, yang tidak menerima hujan sejak April dan harus bergantung pada saluran irigasi yang hampir kering.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi dalam satu atau dua bulan ke depan,” kata Akma, 50 tahun.

Ketika cuaca panas mengancam panen di wilayah-wilayah pertumbuhan utama di Asia, sehingga mendorong kenaikan harga beras hingga seperlimanya, negara-negara yang dipimpin oleh eksportir utama India membatasi ekspor untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan bagi masyarakatnya.

Impor yang lambat dan stok di pasar beras terbesar di Indonesia telah turun sepertiga dibandingkan tahun lalu, sehingga memicu kekhawatiran bahwa panas yang disebabkan oleh cuaca El Niño pada bulan Oktober dapat mendorong harga ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa, dan pergerakan harga merupakan hal yang sensitif secara politik, terutama menjelang pemilu pada bulan Februari. Kenaikan harga mengancam keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Jika situasi tidak membaik, harga beras bisa mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, yaitu 15.000 rupiah (98 sen AS) per kilo, kata Zulkifli Rashid, kepala koperasi pedagang grosir beras di Sibinang, pasar terbesar di Indonesia.

Hanya 1,5 juta metrik ton biji-bijian yang telah masuk dari 2,3 juta metrik ton yang disetujui di Indonesia tahun ini untuk mengurangi dampak El Niño, kata pembeli negara, Pulak, dan 400.000 ton lainnya masih belum dikontrak.

Bulak, yang biasanya mengimpor dari pedagang besar India, Thailand dan Vietnam, kini berekspansi ke Kamboja dan Myanmar, namun kepala eksekutif Bulak Budi Waso mengatakan harga di Kamboja terlalu tinggi dan ia berharap dapat menemukan alternatif lain.

READ  Tim sepak bola dan dayung Indonesia berangkat ke SEA Games ke-31

Insya Allah bulan November sudah sampai barangnya, ujarnya.

Di atas kertas, bahan-bahannya harus cukup bagus. Badan Pangan Nasional memperkirakan El Nino dapat menurunkan produksi beras sebesar 5 persen hingga 7 persen tahun ini dari 31,54 juta ton tahun lalu, namun kekurangan tersebut harus ditutupi melalui kuota impor yang ada.

El Niño terakhir yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019 mengurangi produksi beras sekitar 7 persen, namun harga dalam negeri tetap stabil karena Pulak memiliki pasokan yang cukup untuk melakukan intervensi di pasar setelah melakukan impor dalam jumlah besar pada tahun lalu.

Harga beras rata-rata naik 15 persen tahun-ke-tahun menjadi Rs 13.800 per kg karena Pulak memulai tahun ini dengan persediaan yang rendah dan keputusan impor yang tertunda, meskipun dampak pemanasan Arus Pasifik diperkirakan hanya bersifat moderat.

“Pembeli menggerutu,” kata Am, 45, yang mengelola toko kelontong di Jakarta Selatan, seraya menambahkan bahwa penjualannya turun hampir setengahnya karena dia harus menaikkan harga setiap hari. “Penjualan pasti turun.”

Inflasi beras tahunan mencapai 13,76 persen pada bulan Agustus, yang tertinggi sejak Juni 2012, meskipun kenaikan indeks harga konsumen sebesar 3,27 persen berada dalam target bank sentral.

Menunggu truk

Di pasar Sibinang Jakarta, dimana stok beras turun sepertiga dibandingkan tahun lalu, para kuli angkut menunggu untuk menurunkan karung dari kendaraan kargo kecil.

Penggilingan beras berebut untuk mendapatkan biji-bijian yang langka, kata sekelompok penggilingan padi.

Indonesia telah meluncurkan program untuk meningkatkan produksi lahan pertanian seluas 500.000 hektar (1,2 juta hektar) melalui inisiatif seperti penyediaan mesin dan bibit yang lebih baik.

“Kami ingin meningkatkan produksi di daerah yang punya pasokan air seperti Kalimantan Selatan, yang biasanya menghasilkan 800.000 ton. Kami berharap bisa mencapai 1 juta ton,” kata Sayahrul dalam sidang parlemen baru-baru ini.

READ  Indonesia memudahkan aturan visa untuk menarik lebih banyak nomaden digital

Beberapa petani telah menerima pompa air dari pemerintah untuk membantu irigasi, namun kekeringan parah telah mendorong beberapa petani untuk beralih ke tanaman yang tidak terlalu haus, kata Sulharman Dijusman dari kelompok petani Masyarakat Pertanian Nasional Andalan (KDNA).

“Di beberapa daerah, petani beralih menanam jagung atau ubi,” ujarnya.

Indonesia akan meluncurkan program bantuan sosial sebesar 8 triliun rupiah ($525 juta) untuk menyediakan lebih banyak beras kepada keluarga berpenghasilan rendah dalam waktu satu bulan hingga September, kata Presiden Joko Widodo.

Dalam upaya itu, Bulog akan mendistribusikan 640.000 ton beras dalam tiga bulan dari stok sekitar 1,5 juta ton pada akhir Agustus.

Namun di Karawang, seorang petani bernama Akma pun tak luput dari kesengsaraannya. Banyak lahan disekitarnya yang miskin, ladangnya kering dan panennya gagal.

“Ketersediaan pangan masyarakat otomatis berkurang,” imbuhnya. “Panasnya agak berlebihan.”

($1=15.250.0000 rupee)

(Cerita ini telah dicetak ulang untuk memperbaiki kesalahan ketik pada paragraf 4)