10 Menit Penting Bagi Keselamatan Warga Jepang

Misil Korea Utara dalam Parade Militer [sumber: republika.co.id]

Bogor, Semarak.News – Situasi di semenanjung Korea semakin tidak menentu. Kondisi kian memanas karena beberapa negara saling unjuk kekuatan. Pemerintah Jepang mulai menyiapkan warganya jika misil-misil Korea Utara ditembakkan ke negeri Tirai Bambu.

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan kepada seluruh warganya bahwa mereka hanya memiliki waktu kurang dari 10 menit untuk dapat menyelematkan diri apabila Korea Utara menyerang. Pemerintah Jepang melalui kantor perdana menterinya menerbitkan panduan untuk perlindungan seluruh warganya jika perang terjadi.

Tindakan yang diambil pemerintah Jepang tersebut merupakan respon dari uji coba misil balistik yang dilakukan Korea Utara. Beberapa waktu lalu, empat misil diluncurkan Korut, yang tiga diantaranya jatuh pada ZEE Jepang.

Namun peringatan yang diberikan pemerintah Jepang ini sepertinya tidak cukup membantu. Pada peringatan tersebut, warga hanya diminta untuk berlindung ke dalam sebuah gedung yang cukup kuat saat serangan datang.

Aksi uji coba misil yang dilakukan Korut terbukti membuat masyarakat Jepang sangat khawatir. Hal itu terbukti dengan kunjungan ke situs resmi badan pertahanan sipil Jepang yang selama 23 hari di bulan April ini telah mencapai 5,7 juta kunjungan. Angka ini melonjak sangat drastis mengingat rata-rata kunjungan tiap bulan pada situs ini hanya mencapai 400.000-an saja.

Melalui situs tersebut pemerintah Jepang menjelaskan durasi yang dibutuhkan misil Korea Utara untuk mencapai wilayah Jepang. Waktu 10 menit yang menjadi patokan merupakan waktu yang dibutuhkan saat sebuah misil balistik diluncurkan Korea Utara pada 7 Februari tahun lalu. Misil tersebut mampu mencapai Okinawa dalam waktu 10 menit.

Selain instruksi tersebut, pemerintah Jepang juga menggelar pertemuan untuk memberikan pengarahan kepada pemerintah daerah mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika misil Korea Utara menghantam wilayah mereka. Pertemuan seperti ini menjadi pertemuan pertama yang dilakukan Jepang seusai Perang Dunia II. [DDK]

TINGGALKAN BALASAN