GUIB Tegaskan ABI III 212 Bukan untuk Makar

Tabligh Akbar dan Silahturahmi Menuju ABI 212

Surabaya, Semarak.News –  “Kami akan tegaskan bahwa kami cinta Islam, Cinta keadilan dan Cinta NKRI , Upaya provokasi yang menyebutkan bahwa kami memecah belah persatuan, kami merongrong NKRI dan bahkan tuduhan bahwa aksi kami adalah makar, adalah keliru besar, dan justru kita sesama anak bangsa akan diadu domba. Kami pastikan bahwa kami akan jaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban, Kita semua bersaudara , sebangsa dan setanah air Indonesia”, ucap Ustad Muh. Yunus selaku Sekjen GUIB dalam acara Tabligh Akbar dan Silahturahmi Umat Aksi Bela Islam Menuju 212 yang diselenggarakan di Masjid Al Falah Jl. Darmo No. 137, Surabaya. (27/11)

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan umat islam yang tergabung dari 70 ormas islam dengan menggunakan pakaian putih-putih. Acara diisi dengan kegiatan Shalawat dan dzikir bersama serta Tausiyah-tausiyah dari beberapa perwakilan ormas islam.

Dalam acara tersebut Ust. KH. Abdusomad Buchori selaku Ketua MUI Jatim menyampaikan hasil rakernas dari GNPF MUI Pusat yang menyatakan bahwa sebagai umat Islam kita harus bersatu meskipun dari kelompok manapun, selain itu NKRI juga tidak terlepas dari komitmen NU. Dan dalam membentuk negara merupakan tanggung jawab kebangsaan yang bertujuan untuk memelihara kebersamaan.

Diakhir kegiatan menjelang solat dzuhur Ust. Bachtiar Nasir selaku GNPF MUI memberikan tausiyah penutup yang intinya:

  1. Sore ini tim dari PNGF akan melakukan negosiasi kepada kapolri, dan berharap pelarangan ijin kepada semua angkutan umun dicabut, apabila tidak di cabut dengan cara apapun masyarakat tetap akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016.
  2. Menyerukan kepada umat Islam agar segera tarik uang di riba di Indonesia, yang sudah terjadi adalah penjajahan ekonomi sedang berjalan.
  3. Saat ini pejabat di negeri ini salah menafsirkan arti dari Bhineka Tunggal Eka, jika ini akan di biarkan maka akan menjadi bom waktu dan akan merusak tatanan hidup dan hukum di Indonesia.
  4. Perjuangan kita ini tidak hanya perjuaangan penjarakan Ahok, itu terlalu kecil, itu hanya pion, tetapi untuk menjatuhkan raja maka pionya dulu harus dihabiskan.
  5. Kami serukan kepada kaum kafir, kami umat Islam tidak ingin RI 1 dan dua di pegang oleh bukan Islam, dan jangan bermimpi kaum kafir memimpin NKRI. (RAP)

TINGGALKAN BALASAN