Tiga Proyek Bendungan Jabar Memasuki Tahap Pembangunan

Direktur Jenderal SDA Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam Santoso {Sumber: pu.go.id}

Jakarta, Semarak.news – Tahap pembangunan tiga proyek bendungan di Jawa Barat segera dimulai setelah kepastian penandatanganan kontrak konstruksi untuk Bendungan Ciawi, Cipanas, dan Leuwikeris total senilai Rp4,02 triliun oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso, Rabu (23/11).

Imam Santoso mengatakan, tiga bendungan tersebut merupakan bagian dari target pemerintah untuk membangun delapan bendungan baru tahun ini. Sejauh ini pemerintah baru menandatangani kontrak tiga bendungan, yaitu bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bendungan Way Sekampung di Lampung, dan Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara.

Ia menambahkan, proses lelang untuk ketiga bendungan ini telah menerapkan kebijakan Kementerian PUPR yang mewajibkan kontraktor pelaksana dari pemerintah (BUMN) untuk menggandeng perusahaan swasta. Hal ini dilakukan agar memberikan transfer teknologi dari kontraktor BUMN yang telah berpengalaman mambangun proyek sumber daya air kepada kontraktor swasta. Harapannya, peserta lelang untuk proyek bendungan semakin beragam.

Proyek pembangunan Bendungan Ciawi dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane kerja sama dengan pihak PT Brantas Abipraya-PT Sacna KSO sebagai pihak kontraktor. Proyek pembangunan Bendungan Cipanas dilakukan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung kerja sama dengan PT Jaya Konstruksi KSO. Proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris paket 1 dilakukan oleh BBWS Citanduy kerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) KSO PT Bahagia Bangunnusa, paket 2 oleh PT Waskita Karya-PT Adhi Karya KSO, dan paket 3 oleh PT Hutama Karya (Persero).

Bendungan Ciawi merupakan bendungan kering pertama yang dibangun di Indonesia dan merupakan bagian dari upaya penanggulangan banjir di Jakarta (menampung air dan memperlambat aliran air hujan ke Jakarta). Bendungan Cipanas berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah pantura dan pengendali banjir untuk wilayah Indramayu, pendukung irigrasi pertanian di wilayah Sumedang dang Indramayu, dan penghasil listrik 3 MW. Sedangkan Bendungan Leuwikeris dibangun untuk keperluan irigrasi, menyediakan air baku di Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. (HRD/BI)

TINGGALKAN BALASAN