Sekda NTB: Disiplin Itu Menyenangkan

Matara, Semarak.News – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Rosyadi Sayuti, Ph.D mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menanamkan sikap disiplin dalam rangka mengemban amanah negara, terutama hadir di tempat tugas tepat waktu.

“Disiplin itu menyenangkan. Dan pasti bisa,” tutur Sekda saat pembinaan ASN Indispliner di halaman Kantor Gubernur NTB, Selasa (22/11). Pembinaan tersebut merupakan agenda Pemerintah Daerah pada setiap triwulan sekali.

Saat itu, Sekda meminta ASN untuk selalu mengatur waktu dengan baik, agar para ASN tidak mengalami keterlambatan ketika menuju tempat tugas. Keterlambatan, menurut Sekda akan memberikan dampak tidak baik bagi kelancaraan pekerjaan di kantor.

“Kalau pagi itu kita harus antar anak ke sekolah, ya waktu antar anak ke sekolah kita atur. Supaya kita sampai di kantor tepat sebelum mulai apel,” jelasnya saat itu.

Kedisiplinan waktu juga dibutuhkan ketika mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan atasan. Pekerjaan yang ada, menurut sekda harus mampu diselesaikan tepat waktu atau sebelum waktu yang ditentukan.

“Ketika kita diminta atasan mengerjakan pekerjaan itu dalam waktu 3 hari, maka sebelum 3 hari pekerjaan itu harus sudah selesai. Kalau lewat tiga hari, bisa saja dokumen itu sudah tidak dibutuhkan lagi,” jelasnya.

Selain masalah disiplin waktu, Sekda juga menghimbau seluruh ASN untuk cerdas mengelola psikologis dalam melaksanakan tugas. Hal ini berkaitan dengan beberapa ASN yang cenderung tidak masuk kerja lantaran tidak dipromosikan menduduki jabatan tertentu.

“Kalau memang ada hal-hal seperti itu, komunikasikan dengan baik. Kalau mau bersurat-bersurat saja, kalau mau sms, sms saja. Agar bapak/ibu tetap rajin bekerja,” jelas Kwarda NTB tersebut.

Sebanyak 43 orang ASN yang indispliner mendapat pembinaan saat itu. Ke 43 orang ASN tersebut berasal dari 13 SKPD. Hal ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yang berjumlah 56 orang ASN dari 18 SKPD.

“Ini menunjukkan ada peningkatan kedisplinan dari para ASN kita,” jelas Kepala Sat Pol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta saat itu.

ASN yang indispliner tersebut terkategori ke dalam 14 orang tanpa apel pagi, tanpa keterangan 25 orang, tanpa apel pagi dan tanpa keterangan sebanyak 4 orang.

“Pembinaan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan harapan, bagi ASN/PNS indisipliner agar diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (adv)

TINGGALKAN BALASAN