Ahok Jadi Tersangka, Masyarakat NTB Diimbau untuk Menjaga Perdamaian

Himbauan Koordinator Komunitas Masyarakat Muslim NTB. [Foto: Muchlis/SN]

Mataram, Semarak.news – Setelah Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menetapkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016), berbagai Ormas Islam di penjuru tanah air mengeluarkan tanggapannya.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu yang menyatakan sikapnya adalah Komunitas Masyarakat Muslim NTB melalui koordinatornya, Drs. H Lalu Amirullah mengimbau seluruh Umat Islam dan elemen masyarakat NTB agar menjaga kerukunan umat beragama.

Berikut pernyataan lengkap Koordinator Komunitas Masyarakat Muslim Nusa Tenggara Barat tentang imbauan untuk menjaga kerukunan umat:

SIKAP DAN HIMBAUAN
KOMUNITAS MASYARAKAT MUSLIM NTB

Mencermati dan menyikapi pengumuman keputusan Mabes Polri tanggal 16 November 2016 terkait hasil gelar perkara dalam dugaan penistaan Agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Gubernur DKI Jakarta Non Aktif), maka Komunitas Masyarakat Muslim NTB menyatakan sikap dan menghimbau agar :

1. Mengapresiasi keputusan Mabes Polri yang telah melakukan gelar perkara secara terbuka terbatas dengan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Gubernur DKI Jakarta Non Aktif) sebagai tersangka. Keputusan tersebut membuktikan bahwa aparat kepolisian telah bekerja secara profesional, transparan dan objektif, serta tanpa intervensi dari pihak manapun, termasuk Presiden RI.

2. Penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka patut dihormati dan dihargai bagi seluruh komponen umat Islam di wilayah NTB maupun seluruh elemen masyarakat NTB dalam rangka rangka penegakan supremasi hukum, menjaga persatuan dan merawat kebihnekaan bangsa.

3. Penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka patut disyukuri sebagai bentuk kemenangan umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk di NTB yang menuntut proses hukum terhadap kasus penistaan agama.

4. Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti proses penyidikan kasus Ahok sebagai tersangka penistaan agama sesuai prosedur hukum dan perundangan yang berlaku dalam upaya memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat dan warga Negara Indonesia, khususnya di wilayah NTB, serta menindak tegas setiap individu atau kelompok yang menimbulkan kegaduhan dan anarki, serta gerakan-gerakan massa yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

5. Menghimbau seluruh Umat Islam dan elemen masyarakat NTB agar tidak terpengaruh hasutan-hasutan dan provokasi yang berkembang melalui media sosial, internet maupun media lainnya untuk ikut-ikutan melakukan aksi unjuk rasa pada 25 November 2016 yang dapat menimbulkan kegaduhan maupun perpecahan di kalangan umat Islam.

6. Mendukung dan mendorong langkah-langkah Gubernur NTB dan seluruh Kepala Daerah kabupaten/kota yang terus mengintensifkan dan memfasilitasi forum silaturrahmi antar lintas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama guna mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh dan terhasut oleh kepentingan kelompok tertentu yang dapat memecah pelah persatuan umat Islam sehingga mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah NTB.

Demi Allah Maha Pemberi Petunjuk, Semoga Wilayah NTB dan Indonesia Selalu Diberi Kedamaian, Keharmonisan Dan Kesejukan Dalam Aktivitas Kebangsaan.

Mataram, 16 November 2016

KOORDINATOR KOMUNITAS MASYARAKAT MUSLIM NTB
TTD

(DRS. H LALU AMIRULLAH)

 

[MN]

TINGGALKAN BALASAN