HMI Palangka Raya: HMI Bukan Teroris Pak Polisi

Massa HMI yang menuntut Polda Metro Jaya [sumber: FA/SN]

Palangka Raya, Semarak.News – Pasca aksi bela islam pada 4 November 2016, sejumlah pihak yang diduga menjadi tokoh provokator pada malam 4 November silam ditangkap oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya, termasuk sejumlah tokoh HMI Pusat yang dianggap merupakan dalang atas kerusuhan tersebut.

Menanggapi tudingan sejumlah pihak kepada HMI, HMI cabang Palangka Raya melakukan aksi protes kepada pihak Polda Kalteng, Kamis (10/11).

Dengan membawa spanduk bertuliskan “HMI bukan penjahat”, “Jangan pukuli kami pak polisi” dan “HMI kader pemimpin bangsa bukan provokator bangsa”, massa HMI melakukan orasi di bundaran besar Palangka Raya dan melakukan longmarch menuju Mapolda Kalteng.

“kami menuntut kepada aparat penegak hukum agar segera menyelidiki dan menindak tegas anggota polisi yang melakukan provokasi terhadap anggota HMI yang ditangkap paksa khususnya Sekjen PB HMI oleh Polda Metro Jaya pada 7 September 2016 yang lalu,” ujar Ketua HMI cabang Palangka Raya Rahmad Fauzi.

“HMI bukan teroris, HMI bukan provokator, kami HMI adalah ormas pencetak generasi pemimpin bangsa, kami kecewa dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya yang menuduh kami sebagai provokator, kami bukan pembunuh,” tegasnya.

Di Mapolda Kalteng, massa HMI melalui perwakilannya melakukan langkah mediasi dengan Wakapolda Kalteng Suroto untuk menuntut dan memprotes tindakan Polda Metro Jaya yang dinilai kejam dan tidak manusiawi.

“kami berterimakasih kepada HMI Palangka Raya karena telah berani menuntut kinerja kepolisian untuk selanjutkan dilakukan evaluasi, untuk tuntutan kepada Polda Metro Jaya, Polda Kalteng tidak berwenang atas apa yang telah terjadi di Jakarta,” ujar Kombes Suroto Wakapolda Kalteng.

“bagi Polda Kalteng, kami siap mengamankan apapun aksi baik dari HMI maupun dari masyarakat Kalteng sendiri, Polda Kalteng akan mengawal apapun aksi dari HMI asalkan itu tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” sambung Suroto. (FA)

TINGGALKAN BALASAN