Ulama Banten Menduga Adanya Kelompok Islam Radikal dalam 411

Illustrasi

Serang, Semarak.news – Aksi Damai yang dilakukan pada 4 November 2016 atau yang dikenal 411, merupakan aksi penyampaian aspirasi umat Islam kepada pemerintah Indonesia terkait tuntutan proses hukum dugaan kasus Penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur Basuki Cahaya Purnama (Ahok).

Jumlah massa yang sangat banyak menimbulkan kekhawatiran tersindiri dikalangan masyarakat terkait kemungkinan terjadinya konflik SARA yang terjadi dan akan berdampak luas.

Meskipun terdapat beberapa insiden-insiden kecil, aksi tersebut dinilai tergolong dalam kategori kondusif mengingat jumlah massa yang begitu banyak yaitu sekitar 18.000 orang.

Namun yang menjadi pertanyaan saat ini adalah kemana perginya para kelompok-kelompok Islam yang selama ini terlibat dalam aksi teror dan kekerasan di Indonesia seperti ISIS, Al qaeda, dan Kelompok radikal lain ketika umat muslim merasa terluka oleh pernyataan Ahok.

Momentum aksi damai 4 November 2016 diduga kuat dimanfaatkan oleh beberapa kelompok-kelompok Islam radikal untuk melakukan aksi menghimpun masa dan melakukan konsolidasi dalam rangka menyebarkan paham kelompok tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh pernyataan Sekretaris MUI Kota Serang yang juga tokoh ulama Provinsi Banten, Amas Tajudin kepada wartawan, Selasa (8/11/2016).

“Beberapa kelompok Islam radikal tersebut melakukan upaya pembauran dengan umat muslim lain” ungkapnya.

Upaya tersebut dilakukan agar kelompok-kelompok tertentu mampu berbaur dengan umat Islam lain tanpa adanya pengawasan oleh pemerintah. Melalui isu dan tuntutan yang sama, kelompok tersebut berupaya untuk memasukkan ideologi-ideologi Islam radikal dengan cara yang halus (soft method).

“Masyarakat perlu mewaspadai adanya upaya dari kelompok tertentu (Islam radikal) untuk menyebarkan ideologi tersebut dengan cara-cara kekerasan, penghasutan atau bahkan pengeboman” tegasnya.

Pada dasarnya, paham seseorang itu berada dalam pikiran dan sulit untuk dideteksi apakah orang tersebut beraliran Islam radikal ataupun tidak.

“Kita tidak dapat mencegah kelompok-kelompok berpaham radikal tersebut ikut andil dalam aksi demo tersebut” ungkapnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah masyarakat muslim terbanyak di dunia. Hal tersebut, tentu menyebabkan munculnya keberagaman paham keagamaan, bahkan keberagaman paham dalam internal Islam itu sendiri.

Namun hal yang perlu disadari bersama bahwa tidak ada pendapat ahli manapun yang membenarkan tentang penyebaran suatu paham keagamaan yang didasarkan pada prinsip kekerasan dan keterpaksaan.

TINGGALKAN BALASAN