Pencarian Korban Tenggelamnya Kapal Pembawa TKI Memasuki Hari Kedua

Batam, Semarak.News – Suasana duka masih menyelimuti dengan adanya kejadian tenggelamnya kapal pembawa TKI Ilegal di sekitaran perairan Teluk Mata Ikan. Korban selamat berjumlah 41 dibawa ke Panti Rehabilitasi Dinas Sosial, Nongsa, 5 diantaranya masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Hingga saat ini, Polda Kepri sudah mengidentifikasi sekitar 12 orang dari 18 orang korban meninggal yang sudah ditemukan, dan satu diantaranya sudah dibawa oleh keluarga korban untuk dimakamkan.

“Semua data kita kumpulkan secara manual dari pengakuan korban selamat”, ujar Kapolda Kepri, Sam Budigusman di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Tidak adanya manifes yang ditemukan oleh tim gabungan menyulitkan dalam pendataan penumpang. ABK dalam kapal tersebut berjumlah 3 orang berinisial D, H , dan D. Seorang ABK berinisial D sempat melarikan diri ke Tanjung Pinang, namun berhasil ditangkap. ABK berinisial H sedang dalam proses pendalaman dan penyelidikan.

Para TKI ilegal tersebut bekerja di berbagai wilayah di Malaysia. Pengakuan dari salah seorang korban selamat bahwa biaya untuk pulang ke Indonesia harus membayar hingga 1.500 ringgit.

“Kita bayar ke tekong 1.500 ringgit per orang, sedangkan saya bersama 4 anggota keluarga lainnya termasuk istri saya yang turur menjadi korban meninggal”, ungkap Muhammad Halil, TKI asal Lombok. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN