Aliansi Buruh Jawa Timur Tuntut Pencabutan PP 78 tentang Pengupahan

Surabaya, Semarak.News – Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Serbu Setan terdiri dari DPC KEP MBU- KSPI Gresik, FSPMI Gresik, GASTUM (Gerakan Aksi Tolak Upah Murah), PT. MAGI (PUKSPAI FSPMI PT MAGI), SPRI (Serikat Pekerja Republik Indonesia), KASBI (Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), KSN (Konfederasi Serikat Nasional), SPN (Serikat Pekerja Nasional), GRB (Gerakan Rakyat Bersatu) dsb siang ini melangsungkan aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya. (31/10)

Dalam aksi tersebut massa meyerukan tuntutannya antara lain:

  1. Menolak adanya Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur.
  2. Meminta kepada Gubernur Jawa Timur agar mengabaikan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI dan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI.
  3. Mendesak agar Gubernur Jawa Timur untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2017 berdasarkan survey riil Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
  4. Mendesak Gubernur Jawa Timur untuk menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2017 dengan berpedoman pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Perda Jawa Timur No. 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Selain hal tersebut Organisasi KASBI membentangkan spanduk yang bertuliskan Spultura (Sepuluh Tuntutan Rakyat):

  1. Hapus sistim kerja kontrak dan outsorcing
  2. Tolak upah murah
  3. Stop phk, union busting dan kriminalisasi
  4. Laksanakan hak buruh peremouan dan migran
  5. Tangkap dan adili pengusaha nakal
  6. Jaminan social bukan asuransi social
  7. Turunkan harga bbn dan bahan pokok
  8. Pendidikan dan kesehatan bermutu untuk rakyat
  9. Tolak priviatisasi
  10. Tanah dan ait untuk kesejahteraan rakyat

“Awalnya pemerintahan Jokowi mengedepankan revolusi mental, tapi pada kenyataanya sampai sekarang tidak ada titik terangnya, dan aksi hanyalah permulaan saja jika besok Gubernur Jatim tetap menetapkan UMP kami akan melakukan aksi yang lebih besar dan akan kita duduki Grahadi” ujar Andi Kristiantoro selaku anggota FSBK dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut telihat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa GMNI dan LAMRI yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Aksi tersebut berlangsung secara tertib dan aman, aparat sudah bersiaga sejak pagi hari dengan meletakan kawat duri di depan gerbang Grahadi sekaligus mengarahkan jalan alternatif bagi para pengendara. (RAP)

 

TINGGALKAN BALASAN