Wasekjen DPP Partai Demokrat Terjerat Kasus Penggelapan Dana Ponpes

Foto: GoRiau

Jakarta, Semarak.news – Bukti dugaan terseretnya kasus penggelapan dana Pondok Pesantren Khafidul Quran Pemalang sebagaimana dilaporkan Ketua Dewan Pembina Ponpes Hj. Zahindun Al Halim yang merupakan hutang organisasi sebesar 400 juta rupiah telah selesai.

Sementara hutang pribadi Muhammad Rifai Darus sebesar 500 juta rupiah yang belum diselesaikan. Sebelumnya diberitakan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Muhammad Rifai Darus terseret penggelapan uang Ponpes yang terletak di Jatirejo, Pemalang.

Muhammad Rifai sebelumnya dimina talangi uang sebesar 900 juta kepada Hj. Zahindun selaku Ketua Dewan Pembina Ponpes sekitar bulan Maret 2015 lalu tanpa jaminan apapun dengan janji hanya sekitar 1 bulan akan dikembalikan.

Namun uang tersebut kemudian baru dikembalikan sebesar 400 juta masing-masing sebesar 100 juta pada Januari 2016 dan 100 juta pada Mei 2015 melalui Bendahara Umum DPP KNPI. Uang tersebut menurut Rifai digunakan untuk kegiatan pelantikan DPP KNPI.

Sementara uang sebesar 500 juta sisanya diduga dipergunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk membayar kontrakan rumah. Akhirnya Rifai tidak bisa mengembalikan uang kepada Ponpes.

Ketau Dewan Pembina Ponpes Jatirejo mengatakan pihaknya pernah melakukan aksi demonstrasi ke DPP Partai Demokrat pada Bulan Ramadhan, namun tidak membauahkan hasil. Akibatnya, kegiatan Ponpes terganggu karena terkendala pendanaan.

Karena usaha menemui Rifai tidak membuahkan hasil dan selalu menghindar, akhirnya Ponpes resmi melaporkan kepada Direskrimum Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/3641/VII/2016/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 1 Agistus 2016.

TINGGALKAN BALASAN