Aliansi BEM se-Palangka Raya Evaluasi Kinerja 2 Tahun Jokowi

Aliansi BEM se-Palangka Raya peringati Sumpah Pemuda [Fajar/SN]

Palangka Raya, Semarak.News – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, aliansi BEM se kota Palangka Raya melakukan aksi unjuk rasa menuntut evaluasi program kerja Joko Widodo 2 tahun terakhir. (28/10).

Dalam aksinya, aliansi BEM se kota Palangka Raya yang terdiri dari BEM Universitas Palangka Raya, BEM Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, BEM STMIK Palangka Raya, BEM Universitas PGRI dan BEM Universitas Kristen Palangka Raya dengan jumlah massa sekitar 50 orang melakukan aksi longmarch dari bundaran besar menuju kantor DPRD provinsi Kalteng sambil menyanyikan lagu mars petani dan mars BEM.

“Mahasiswa Palangka Raya kembali hadir dihadapan pemerintah provinsi Kalteng untuk menagih janji tentang program cetak sawah, pemerintah hanya bisa mengeluarkan kebijakan larangan membakar lahan untuk petani tanpa solusi,” ujar Presma BEM universitas palangka raya Ali Assegaf.

“Menurut undang-undang, diperbolehkan membakar lahan dengan memperhatikan kearifan lokal,” tegas Ali.

Massa yang sempat melakukan orasi di depan gerbang kantor DPRD provinsi langsung disambut oleh anggota komisi A DPRD Kalteng Freddy Ering da diarahkan untuk berdiskusi di dalam ruangan kantor DPRD Kalteng.

“Kami sangat senang adanya mahasiswa yang datang, lebih baik kita diskusikan di dalam ruangan kantor DPRD tapi dengan syarat tidak adanya aksi anarkis selama di dalam kantor,” ujar Freddy Ering.

Saat di dalam ruangan kantor DPRD Kalteng, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak komisi A DPRD Kalteng tentang evaluasi program kerja 2 tahun Joko Widodo.

“Mahasiswa menuntut evaluasi bagi pemerintahan jokowi yang sudah 2 tahun memimpin indonesia namun sudah 2 tahun pula masyarakat Kalteng merasa terkucilkan atas segala kebijakan Jokowi dengan jargon “trisakti”nya,” tegas Marnaik Pangaribuan yang merupakan korlap dalam aksi tersebut.

Freddy Ering berjanji akan segera mencarikan solusi untuk segala tuntutan dari mahasiswa Palangka Raya termasuk solusi dari kebijakan larangan membakar lahan dan solusi dari program cetak sawah dari presiden Joko Widodo.

Massa akan menagih janji anggota DPRD Kalteng dan memberikan ultimatum jika dalam waktu 1 bulan tidak ada realisasinya maka mahasiswa akan datang kembali untuk menagih bukti kepada anggota dewan. (FA)

TINGGALKAN BALASAN