ISIS Menyerang, Ini Kata Pengamat

Jakarta, Semarak.news – Penyerangan terhadap salah satu anggota polisi beberapa waktu lalu yang terjadi di Tengerang merupakan dampak dari penyebaran paham radikal yang masih merebak di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat terorisme, Azizul Ghofar. Seperti informasi yang diperoleh oleh semarak.news, Ghofar menjelaskan pelaku yang merupakan simpatisan Islamic State in Iraq and Syria atau ISIS tersebut merupakan dampak dari banyaknya menyebaran doktrin paham radikal.

“Sekarang media sosial banyak dipakai oleh masyarakat. Kebanyakan simpatisan ISIS menggunakan telegram untuk menyebarkan paham mereka,” kata Ghofar ketika dihubungi, Sabtu (22/10/2016).

Ghofar menjelaskan, penyebaran paham radikal dilakukan melalui broadcast yang disebar di banyak media sosial.

“Caranya itu melalui broadcast yang berisi tentang pembenaran ISIS. Bisa lewat channel atau grup,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai alasan kelompok simpatisan ISIS memilih telegram dibanding dengan media sosial lainnya, Ghofar menjelaskan masalah keamanan yang ada di telegram.

“Karena kalau di telegram, seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa membutuhkan nomor. Dari situlah mereka (simpatisan ISIS) membuat grup dan membentuk sebuah penyerangan,” lanjut Ghofar.

Mengatasi masalah radikalisme di Indonesia, Ghofar mengharapkan seluruh elemen pemerintah untuk saling bekerja sama dalam melakukan pengamanan negara.

“Seharusnya seluruh elemen pemerintah semakin ketat memberikan pengamanan. Mulai dari Polri, TNI, BIN, BAIS, BNPT dan sebagainya. Terutama ini kan masalah media sosial, seharusnya Kemkominfo memiliki hak lebih untuk mencegah beredarnya doktrin-doktrin radikal di media sosial. Meskipun bukan berarti yang bekerja Kemkominfo saja, tapi semua elemen saling bahu membahu,” pungkasnya. (ADM)

TINGGALKAN BALASAN