Musyawarah Wilayah ke-VIII PPP Sulawesi Utara

Pembukaan Musyawarah Wilayah secara simbolis oleh Ketua DPP PPP

Manado, Semarak.news – Muswil ke-VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) digelar di Hotel Sintesa Peninsula, Kota Manado, dengan tema “Konsolidasi, Regenerasi dan Modernisasi Partai Menyonsong Kemenangan Tiga Besar Tahun 2019”. Acara tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP PPP, Ir. Romahurmuziy. Turut hadir dalam kegiatan Wakil Gubernur Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Rektor IAIN, dan sekitar 400 orang tamu undangan.

Kegiatan dimulai pada pukul 20.30 Wita dan dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Anis Toha. Ketua Panitia Pelaksanaan Muswil, H. Usman Joyo Suroto, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara tersebut dihadiri 14 DPC yang tersebar di seluruh Sulawesi Utara. Nantinya peserta muswil akan memilih tim fomatur untuk menentukan struktur kepengurusan harian DPW Sulut.

“Tugas dari tim Formatur adalah untuk mengiventarisir nama-nama calon pengurus dengan mempertimbangkan 30 persen keterwakilan perempuan, presentasi kewilayahan, dan mencari orang yang mampu menjadi harapan membawa kejayaan PPP kembali di Sulut.” Ungkap Ketua DPP bidang OKK, Qoyum Abdul Jabar.

Anggota yang dipilih menjadi tim formatur sebagaimana yang menjadi Juklak DPP antara lain, satu orang dari unsur DPP, satu orang dari unsur PH DPW, satu orang dari unsur majelis DPW, dan empat dari unsur DPC. Anggota formatur dipilih oleh peserta muswil dan dipercaya untuk mewakili dalam memilih pengurus harian DPW. Kepengurusan akan diproses oleh tim formatur kurang lebih selama 14 hari, yang kemudian dikirimkan kepada DPP dan akan diproses verifikasi ulang selama 14 hari oleh DPP. Setelah proses verifikasi selesai, hasil kepengurusan baru akan diresmikan oleh DPP.

Ketua Umum DPP PPP dalam sambutannya mengharapkan agar dalam mencapai tujuan diharapkan agar tidak menghalalkan segala cara. Selain itu, terkait dengan pemilihan Ketua DPW, diharapkan agar PPP jangan melahirkan pemimpin yang plin plan. Karena seorang pemimpin harus tau bagaimana mengatur arah perjuangan partai.

“Ada beberapa persoalan politik yg dihadapi saat ini yaitu diantaranya menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol, Politik Biaya Tinggi, dan Pimpinan Parpol melakukan tindakan melawan hukum (terjerat masalah hukum).” Jelas Romahurmuziy dalam sambutannya. (AH)

 

TINGGALKAN BALASAN