HTI Palangka Raya : Tangkap Ahok !

HTI Kalteng menolak Ahok [sumber : FA/SN]

Palangka Raya, Semarak.News – Aksi menolak Ahok atas kasus penistaan agama Islam kembali menyeruak. Kali ini, reaksi menolak Ahok dan Penjarakan Ahok disuarakan oleh kelompok islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Palangka Raya (15/10).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.15 WIB untuk menolak Ahok di Palangka Raya dilakukan oleh sekitar 100-an orang HTI Palangka Raya yang dilakukan di Bundaran Kecil dekat Kantor Pemprov. Kalteng.

“Kami mengadakan aksi untuk menolak terhadap penistaan Al Quran oleh Gubernur Jakarta, walaupun penistaan tersebut di jakarta namun tidak menggugurkan kami sebagai muslim untuk menyatakan sikap umtuk menolak berbagai macam penistaan yang dilakukan orang2 terhadap kaum muslimin,” ujar Ust. Agung dalam orasinya.

“Ini bukanlah bentuk aksi SARA, tapi ini adalah bentuk pembelaan terhadap penistaan agama islam,” tegasnya.

”┬áSeandainya mau memakai hukum Islam, maka orang yang menistakan Al Quran maka harus dihukum mati, tetapi para ulama MUI mengalah untuk memakai hukum sesuai dengan negara ini,” lanjut Ust. Agung ketika ditemui oleh wartawan semarak.news.

Spanduk yang dibentangkan oleh HTI Palangka Raya dalam aksinya berupa tulisan “Ahok minta maaf ? Penghina Al Quran tetap harus dihukum serta Tangkap dan hukum penghina Al Quran.”

Tindakan yang dilakukan oleh Ahok saat melakukan kunjungannya ke Kepulauan Seribu dikecam oleh umat islam seluruh Indonesia karena menggunakan ayat Al-Quran yaitu surah Al-Maidah ayat 51 untuk mempropagandakan politiknya dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Menjelang aksi berakhir, Ketua DPD I HTI Kalteng Ust. Khair membacakan surat pernyataan resmi dari HTI Prov. Kalteng yang berisikan:

  1. Mengutuk dengan keras pelecehan terhadap Al Quran yang dilakukan oleh Ahok sebagai tindakan yang sama sekali tidak bisa diterima. Ahok secara sadar telah menyatakan bahwa orang yang tidak memilih dirinya hanya karena dasar surat Al-Maidah ayat 51 telah dibodohi. Itu artinya, Ahok telah secara nyata menyebut Alquran sebagai sumber kebodohan, dan siapa saja yang menyampaikan haramnya memilih pemimpin kafir dengan dasar ayat itu juga disebut oleh Ahok telah melakukan pembodohan.
  2. Menuntut kepada aparat yang berwenang untuk segera bertindak mengusut tindakan penghinaan terhadap Alquran yang telah dilakukan oleh Ahok, serta menindaklanjuti laporan mengenai hal ini yang telah banyak dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat. Bila merujuk KUHP pasal 156 dan UU No.1/PNPS/1965 tentang pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama, perbuatan Ahok ini secara sah dan meyakinkan telah melanggar aturan tersebut sehingga harus ditindak.
  3. Menyerukan kepada umat Islam di Jakarta khususnya untuk dengan tegas menolak Ahok untuk menjadi gubernur mendatang. Dan bagi yang masih mendukung untuk segera menghentikan hubungan itu karena sebagai Muslim Mestinya Kita berpedoman kepada Al Quran yang telah dengan jelas melarang memilih pemimpin kafir. Tak sepantasnya seorang muslim mendukung calon pemimpin kafir apalagi yang bersangkutan telah terbukti Menghina Al Quran. (FA)

 

TINGGALKAN BALASAN