Heboh Masyarakat Memprotes Pejabat yang Menginjak Lambang Provinsi Banten

Spanduk yang berisi Gambar Pejabat menginjak Lambang Provinsi

Serang, Semarak.News – LSM Rakyat Banten yang tergabung dalam ANTI GEMPA BANTEN (Anti Gerakan Menginjak-injak Panji Banten) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Gerbang Kantor Pemerintahan Pusat Provinsi Banten, Kota Serang, Provinsi Banten Senin (10/10/2016).

Aksi yang diikuti 25 massa tersebut dilakukan untuk menuntut Gubernur Banten agar mengganti Sitti Maani Nina (Kepala Biro Umum Provinsi Banten), terkait penghinaan terhadap lambang Provinsi Banten yakni penginjakan lambang Daerah Banten.

Dalam tuntutan tersebut massa menjelaskan bahwa Penginjakan terhadap Lambang daerah Banten adalah bentuk tindakan yang merendahkan kehormatan Rakyat Banten.

Lambang Daerah Banten menggambarkan kultur, sejarah, dan keyakinan masyarakat Banten yang senantiasa berpedoman pada petunjuk Allah SWT. Sehingga wajib dihormati oleh siapa saja tidak terkecuali oleh pimpinan Provinsi.

Fajri (Koordinator Aksi) mengatakan “Tindakan penghinaan yang dilakukan oleh Kepala Biro Umum Provinsi Banten terhadap lambang Banten dianggap melanggar Pasal 156 KUHP yaitu pengungkapan perasaan permusuhan karena perbedaan asal dan keturunan”.

Gubernur Provinsi yang tidak asli berasal dari provinsi Banten dianggap tidak menghormati kultur dan budaya yang selama ini dianut oleh masyarakat Banten.

“Pemerintah tidak dapat menjaga kehormatan Banten apabila tidak memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang melanggar utamanya menghina symbol Banten” ungkapnya.

(Sumber : Penulis)
Aksi diskusi yang dilakukan oleh massa

“Penolakan meminta maaf ini mencerminkan sikap arogan dan tidak menghargai para pendiri Banten” tegas Fajri dalam menyampaikan opininya.

TINGGALKAN BALASAN