Mengenalkan Ansambel Instrumen Orkestra Perkusi Lewat Lokakarya

Total Perkusi dalam sesi Lokakarya [sumber: dimasdk]

Jakarta, Semarak.News – Gelaran Salihara International Performing-Arts Festival 2016 kembali berlanjut. Setelah minggu lalu kelompok teater asal Berlin, She She Pop  membuka gelaran festival dua tahunan ini, kali ini giliran penampil-penampil pertunjukan seni musik yang akan unjuk gigi. Tiga penampil pertunjukan musik asal Indonesia secara bergiliran akan memeriahkan SIPFest 2016 pada 08 – 11 Oktober 2016. Total Perkusi akan menjadi penampil musik pertama, kemudian di hari kedua akan tampil Al. Suwardi dan Grup Planet Harmonik, dan pada hari Senin akan tampil Iwan Gunawan & Ensemble Kyai Fatahilah.

Penyelenggaraan SIPFest 2016 tidak hanya menjadi sarana rekreatif bagi para penikmat seni, namun Komunitas Salihara selaku penyelenggara juga ingin menjadikan festival ini menjadi sarana edukasi dengan diadakannya lokakarya-lokakarya. 14 penampil dari dalam negeri dan luar negeri yang mengisi festival ini akan memberikan edukasi session untuk mengenalkan bagaimana kesenian yang mereka tekuni.

Jarangnya karya perkusi Indonesia untuk ansambel instrumen orkestra perkusi mendorong Total Perkusi untuk membentuk sebuah kelompok perkusi dengan mengundang delapan pemain perkusi muda untuk mementaskan karya-karya musik perkusi dalam berbagai format, seperti solo, duet, trio, maupun ansambel. Kelangkaan akan karya-karya baru seni ansambel perkusi di Indonesia memperkuat komitmen Total Perkusi untuk memperkaya khazanah ansambel musik perkusi di Indonesia. Kelompok yang berdiri sejak 2003 ini berisikan seniman-seniman perkusi asal Kota Yogyakarta. Komunitas ini mendedikasikan diri untuk merangkul peminat musik perkusi di seluruh Indonesia.

Dalam lokakarya yang diadakan kemarin, berbagai hal dijelaskan kepada para penonton. Pengenalan tentang beragam alat musik yang dibawakan, pengenalan mengenai teknik-teknik pemukulan, dan pengenalan mengenai berbagai pemukul yang digunakan. Total Perkusi memainkan lebih dari 17 instrumen, mulai dari konvensional seperti marimba, hingga yang tidak biasa, seperti bebunyian dari pipa, bilah bambu, dan bahkan velg mobil. Terlihat para pemain Total Perkusi sangat mumpuni dalam memainkan berbagai alat musik yang digunakan. Selain menjelaskan dengan contoh yang dipraktikkan secara langsung oleh para pemain, Total Perkusi juga menjelaskannya lewat presentasi yang ditampilkan. Nampak antusiasme penonton yang begitu tinggi sehingga tidak melewatkan setiap penjelasan yang diberikan.

Lokakarya ditutup dengan sesi tanya jawab dan jamming session yang dilakukan oleh pemain Total Perkusi dan seluruh penonton. Tertarik untuk menyaksikan penampilan mereka? Saksikan penampilannya malam ini (08/10/2016) pada pukul 20.00 WIB di Komuniatas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.  [DDK]

TINGGALKAN BALASAN