Anggaran Dipangkas, 2020 Masalah Kesehatan Tuntas ?

Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan yang disambut oleh Bupati Gunung Mas [foto : FA/SN]

Gunung Mas, Semarak.News – Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) yang jatuh pada bulan Oktober dan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan menjadi jargon utama Kementerian Kesehatan untuk menuntaskan permasalahan penyakit kaki gajah atau sering disebut sebagai Filariasis.

Dalam Kunjungan Menteri Kesehatan, Ibu Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) ke Kab. Gunung Mas dalam rangka menyukseskan program Belkaga menyampaikan bahwa Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh, karena penyakit ini menyebabkan terjadinya kecacatan menetap, menurunkan derajat kesehatan masyarakat, mengganggu pembangunan manusia, mengganggu perekonomian dan menimbulkan masalah sosial bagi rakyat.

Dalam menuntaskan permasalahan khususnya bidang kesehatan, terkadang menemui banyak kendala di lapangan. Masalah yang sering muncul yaitu persoalan anggaran.

Era Jokowi, muncul kebijakan yang marak disebut sebagai “pemangkasan anggaran” yang berlaku di setiap instansi pemerintahan sehingga semua dinas maupun kementerian pun juga ikut menjadi korban, termasuk Kementerian Kesehatan.

Ditemui lebih lanjut, Direktur Kementerian Kesehatan, Fensyah Sitohang mengatakan bahwa permasalahan terkait pemangkasan anggaran menjadi masalah tersendiri untuk penuntasan masalah kesehatan di Indonesia.

“anggaran yang dipangkas oleh Presiden juga berdampak pada Kemenkes dan itu sangat terasa, namun itu bukan halangan bagi Kemenkes untuk tetap berjuang menuntaskan permasalahan kesehatan di Indonesia,” tegasnya .

“pemangkasan anggaran sangat menghambat ruang gerak dinas kesehatan untuk meningkatkan sarana dan prasarana fasilitas penunjang kesehatan di tiap daerah di Indonesia,” ujarnya.

Pemangkasan anggaran yang ditetapkan Presiden juga berdampak pada kualitas SDM dan pengadaan tenaga medis di daerah.

“pemangkasan anggaran juga berdampak pada pengadaan tenaga medis di daerah oleh sebab itu pemda setempat harus berjuang keras dan bertanggung jawab dalam meningkatkan SDA di daerah masing-masing, pusat hanya bertugas mensupport dan mengirimkan tenaga medis dan tenaga ahli secukupnya saja, selebihnya tergantung pemda dan dinkes di daerah masing-masing,” jelasnya saat dikonfirmasi oleh semarak.news.

“ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenkes untuk terus menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia meski anggaran untuk kesehatan terus dipangkas pusat, oleh sebab itu Kemenkes terus melakukan kerjasama kepada dinas terkait serta lembaga yang berkaitan untuk menuntaskan kesehatan tanpa adanya anggaran,” jelasnya .

Tahun ini menjadi tahun kedua bagi Pemerintah untuk mencanangkan Belkaga Nasional tahun 2016. Dengan pencanangan Belkaga Tahun Kedua ini, maka ke depan, pada setiap bulan Oktober sampai dengan tahun 2020 akan dilaksanakan Pemberian Obat Pencegahan secara Massal untuk Filariasis pada segenap penduduk di 239  kabupaten/Kota di seluruh Tanah Air. Sebelumnya pencangan Belkaga tahun pertama dilaksanakan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat tahun 2015. (FA)

TINGGALKAN BALASAN