Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 Dimulai

Sukhoi SU-27 "Flanker" dari Skadron Udara 11 TNI-AU dengan dilengkapi rudal jarak dekat R-80 dan rudal jarak menengah R-77 [Angkasa.co.id]

Batam, Semarak.news – TNI-AU menggelar latihan tempur bersandi Angkasa Yudha pada Oktober 2016. Latihan Angkasa Yudha merupakan latihan terbesar dan melibatkan seluruh unsur kesatuan di tubuh TNI-AU, mulai dari skuadron tempur, satuan Paskhas, satuan arhanud, dan Kohanudnas.

Puncak latihan Angkasa Yudha 2016 akan digelar pada 6 Oktober 2016 dan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Latihan Angkasa Yudha digelar hanya satu bulan pasca latihan Armada Jaya 2016 oleh TNI-AL yang juga dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Ada yang menarik dari latihan Angkasa Yudha tahun ini, yaitu digelar bertepatan dengan HUT TNI dan berlokasi di Natuna, Kepri. Selain itu, Natuna dipilih karena memiliki nilai strategis guna mempertegas kedaulatan NKRI di Kawasan Kep. Natuna dan ruang udara diatasnya.

Seperti dikutip dari antara, sebanyak lima pesawat tempur Sukhoi SU-27/ dan SU-30 sudah disiagakan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepri. Mereka menjadi bagian pada latihan puncak TNI AU, Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau.

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I, Marsekal Muda Yuyu Sutisna mengatakan, “Total pesawat yang dikerahkan dalam latihan ini mencapai 80 pesawat dengan berbagai tipe, mulai dari pesawat tempur, angkut, dan helikopter”.

Pada kesempatan lain, Komandan Skadron Udara 11, Letkoll (Pnb.) David Hamzah mengatakan, meskipun latihan puncak masih 6 Oktober nanti namun sejak berada di Batam selalu siaga 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pelanggaran udara.

“Kami selalu siap untuk terbang jika diperintahkan. Sudah menjadi tugas kami selalu siap melakukan pengaman udara,” tambahnya.

Unsur-unsur tempur yang terlibat dalam latihan Angkasa Yudha 2016 ini meliputi:

  • Skadron Udara 3: F-16 “Fighting Falcon” (Lanud Iswahjudi, Madiun)
  • Skadron Udara 16: F-16 “Fighting Falcon” (Lanud Rusmin Noerjadin, Pekanbaru)
  • Skadron Udara 15: T-50i “Golden Eagle” (Lanud Iswahjudi, Madiun)
  • Skadron Udara 11: Sukhoi SU-27 “Flanker” dan Sukhoi SU-30MK2 (Lanud Hassanudin, Makassar)
  • Skadron Udara 1: Hawk 100/200 (Lanud Supadio, Pontianak)
  • Skadron Udara 21: EMB-314 “Super Tucano” (Lanud Abdulrahman Saleh, Malang)
  • Baterai Arhanud Oerlikon Skyshield 35mm
  • Batalyon Paskhas

Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan antara RI dan Tiongkok di wilayah Natuna, pasca penangkapan nelayan Tiongkok dan manuver kapal penjaga pantai Tiongkok yang dianggap menghalang-halangi kapal KKP dan TNI-AL dalam menangkap nelayan illegal. Selain itu, peta ­nine-dash-line yang diterbitkan Tiongkok mengklaim sebagian perairan di Kep. Natuna sebgai Chinesse traditional fishing ground. (wah).

TINGGALKAN BALASAN