FSPMI Jateng Tuntut Cabut PP 78/2015 dan UU Tax Amnesty

Aksi Unjuk Rasa FSPMI Menuntut Pencabutan PP no 78 /2015 dan UU Tax Amnesty (semarak.news/ardi)

Semarang, Semarak.news – Sekitar 300 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (29/9/2016). Mereka datang dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah seperti Semarang, Jepara, Demak, dan Magelang.

Para buruh menuntut pemerintah mencabut PP 78/2015 tentang pengupahan dan UU No.11/2016 tentang Tax Amnesty. PP 78 tahun 2015 dianggap telah mengabaikan peran serikat pekerja dan Dewan Pengupahan dalam penetapan upah minimum. Sedangkan, UU Tax Amnesty hanya menguntungkan pengemplang pajak, pengemplang dana BLBI, dan pemngemplang dana ilegal.

“PP 78 hanya mengacu pada BPS, kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, PP ini melanggar konstitusi karena pengupahan ditabrak begitu saja, serta mengkebiri serikat pekerja” ungkap Luqmanul Hakim selaku koordinator aksi unjuk rasa.

Menurut Luqmanul, Tax Amnesty sesungguhnya menciderai sila kelima Pancasila yakni “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Persoalan pajak merupakan persoalan hukum yang tidak bisa ditukar dengan tax amnesty.

Perwakilan massa kemudian ditemui oleh petugas Balai Pelayanan Penyelesaian Perselisihan Tenaga Kerja, Budi P Diah. Budi berjanji akan menyampaikan aspirasi buruh kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (BIP)

TINGGALKAN BALASAN