Kolombia dan Pemberontak FARC Akhiri 52 Tahun Konflik Bersenjata

Salah satu Komandan Senior FARC, Komandan Arnulfo bergabung dengan FARC sejak usia 13 tahun dan sudah bergerilya selama 27 tahun [Tomas Ayuso/Al-jazeera]

Kolombia, Semarak.news – Kolombia didera perang saudara berkepanjangan, sejak Pemberontak FARC mengangkat senjata melawan pemerintah Bogota, 52 tahun lalu. Perjanjian tersebut ditandatangani di Kota Cartagena, Selasa (26/9/2016).

Penandatanganan perjanjian damai antara kedua pihak akan dilanjutkan dengan referendum yang akan digelar pada tanggal 2 Oktober. Rencananya referendum tersebut akan menanyakan kesediaan rakyat Kolombia mengimplementasikan “Havana Accords”.

Seperti dikutip dari Al-jazeera, Komandan Senior FARC, Komandan Arnulfo mengatakan “Saya menjadi militan FARC karena dikepung konflik. Harapan saya, semoga perjanjian ini baik untuk rakyat kami, kelas yang terpinggirkan di negeri ini, inilah akhir dari perang saudara di Kolombia”.

“Kami selalu mencita-citakan perdamaian, kami bukanlah monster atau bandit. Perjuangan kami akan berlanjut terus melalui pemilihan umum”, tambahnya.

Selanjutnya, Pejuang Wanita FARC, Yoli mengatakan “saya tidak berfikir mereka mengerti akhir ini berarti kekalahan bagi kami, ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Kolombia”.

Sebelumnya, Pemerintahan Bogota dan Pemberontak FARC menggelar negosiasi perdamaian sejak 4 tahun lalu, dibawah inisiasi Presiden Juan Manuel Santos.

Selain melibatkan kedua pihak, negosiasi tersebut juga diikuti negara-negara penjamin, seperti Kuba, Cile, Venezuela, dan Norwegia. (Wah).

TINGGALKAN BALASAN