Kapolda NTT: Ada Penambahan Tersangka dalam Kasus Dolfina Abuk

Foto bersama-kapolda NTT, Brigjen Pol Drs E Widyo Sunaryo foto bersama mantan kapolda NTT, Brigjen Pol Drs Endang Sunjaya, SH, MH usai upacara penyerahan pataka di Polda NTT [Sumber: poskupang.com]

Kupang, Semarak.News – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan terdapat penambahan tersangka dalam pengembangan kasus human trafficking Dolfina Abuk. Namun, pihak Polda NTT baru akan merilis hasil pengembangan tersebut pada waktu yang telah ditentukan.

“Ada penambahan tersangka tapi nanti akan disampaikan,” ujar Kapolda NTT, Brigjen Pol Drs E Widyo Sunaryo di Markas Komando Polda NTT, Senin (19/9).

Pihaknya menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus ini harus dilakukan secara serius. Selain itu, petugas harus lebih tegas untuk menyelesaikan permasalahan human trafficking.

“Sampai kemarin ada pihak yang pertanyakan terus kasus Dolfina Abuk seolah-olah polisi belum angkat sampai ke akarnya. Padahal, pelaku pemalsuan sudah kita ungkap tapi masih dalam pencarian. Kita tidak akan main-main. Pelakunya sudah ada. Tinggal pencarian dan sekarang ini mereka melindungi diri mereka sehingga perlu kerja keras untuk mencari pelaku pemalsuan tersebut yang memang orang yang sama dengan grup yang sudah ada,” tambahnya.

Selain itu, Kapolda NTT mengatakan bahwa terdapat 74 kasus lainnya yang menjadi akumulasi sejak tahun 2012 dan telah menjadi tanggung jawab pihak kepolisian untuk mengungkap kasus-kasus tersebut. Pihaknya meyakinkan kasus ini akan dapat diselesaikan oleh tim penyidiknya.

Sementara itu, Yudi Sinlaeloe menilai bahwa Polda NTT masih memiliki tanggungan berupa 69 kasus human trafficking sejak tahun 2012. Kasus tersebut masih belum dapat terselesaikan oleh pihak Polda NTT hingga saat ini. Kemudian Yudi menambahkan kasus ini harus menjadi prioritas. Oleh karena itu, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus tersebut melalui kejelasan hukum.

Kasus human trafficking masih marak terjadi di wilayah NTT. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, Pemprov NTT harus serius dalam menangani kasus ini ke depannya. Dengan demikian tidak menimbulkan Dolfina Abuk lainnya di NTT. Masyarakat juga harus turut serta melawan human trafficking dengan melaporkan segala indikasi kepada pihak berwajib.

Pernyataan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian tentang fokus penuntasan human trafficking harus menjadi cambuk bagi aparat di Polda NTT. Mengingat adanya keseriusan pusat dalam penanganan kasus tersebut. (ADH)

 

TINGGALKAN BALASAN