Tuntut Tutup Freeport, Mahasiswa Papua Makassar Turun Jalan

Mahasiswa Papua di Makassar tuntut tutup Freport

Makassar, Semarak.news – Mahasiswa asal Papua di Kota Makassar kembali turun jalan menuntut PT. Freeport Indonesia (PT. FI) di tutup dari Papua.

Aksi ini dilakukan oleh Forum Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat Papua (FSMPRP) Makassar dengan Long march dari Asrama Cenderawasih IV sampai di depan Monumen Mandala Makassar. Penuntutan menutup PT. FI di Papua di dasarkan pada banyaknya pelanggaran kemanusiaan yang telah dilakukan perusahaan milik Amerika Serikat tersebut di tanah Papua. Pembunuhan dan penjajahan di tanah Papua dilakukan demi PT. FI.

“PT Freeport Indonesia di Papua memiliki catatan panjang tentang pembunuhan dan penjajahan demi Freeport. Selama keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua telah sangat banyak terjadinya eksploitasi kekayaan alam, emas dan terjadi pelanggaran HAM berat di Papua. Masuknya Freeport dianggap ilegal karena ketika itu wilayah Papua belum masuk Indonesia.” Ungkap Yakobus Tagi.

Pernyataan Yakobus Tagi tersebut sejalan dengan fakta yang ada di Tanah Papua sendiri. Bukan rahasia jika Papua merupakan wilayah yang sangat kaya. Namun, kesejahteraan bagi rakyat Papua jauh dari kata kaya.

Keberadaan TNI-Polri di Tanah Papua juga hanya untuk mengamankan PT. FI bukan untuk membela rakyat Papua yang “katanya” merupakan bagian dari rakyat NKRI. Pelanggaran HAM yang selama ini dilakukan oleh TNI-Polri di Tanah Papua demi Freeport karena fasilitas yang disediakan Freeport. Bahkan secara eksplisit mengakui resiko bahwa TNI – Polri menggunakan fasilitas PT. FI untuk melakukan pelanggaran HAM demi menjaga PT. Freeport hingga hari ini.

Fasilitas PT.FI untuk TNI-Polri yaitu:
1. Menggunakan kendaraan, kantor, peti kemas milik Freeport untuk mengangkut dan menahan orang – orang yang lantas mereka siksa dan bunuh.
2. Dana yang digelontorkan PT. FI pada 2015 Rp. 43,9 miliar sedang semester 2016 sebesar 21,4 miliar.
3. Memberi fasilitas Pompa air dan pemeliharaan listrik, peralatan barak, pengumpulan sampah dan septik.
4. Dua belas bantuan dari PT. FI adalah dana bulanan administrasi, tunjangan uang, makan, transportasi dan telekomunikasi.
5. Mendapat perlengkapan, tiket, makan, uang bulanan, sabun mandi, pasta gigi, sampo, pisau cukur, sabun deterjen, jaket, bantal seperai piring dan cangkir.

Selain itu para mahasiswa Papua tersebut mengajukan pertanyaan untuk Presiden Jokowi
“Apakah kami orang asli Papua bukan manusia dan bukan ciptaan Tuhan sehingga dibunuh, ditindas dan disiksa tanpa rasa kemanusiaan demi Freeport ?”.

Mahasiswa Papua di Makassar turun jalan tuntut tutup Freeport.

Persoalan di Tanah Papua bukanlah persoalan kemarin sore. Namun, langkah penyelesaian dari pemerintah Indonesia ternilai nihil bagi antrian panjang persoalan yang harus di selesaikan tersebut. FSMPRP berharap pemerintah RI mampu menyelesaikan segala bentuk persoalan yang terjadi di tanah Papua. Namun jika tidak bisa terselesaikan maka rakyat Papua mereka meminta berikan solusi demokratis “Menentukan Hak Nasib Sendiri Referendum Bagi Rakyat Papua Barat”.

TINGGALKAN BALASAN