Ternate, Semarak.news – Terdengar tiga orang bermain gitar dan bernanyi, “Borero to sinyinga ima fira…” . Lagu Borero (Pesan) asal Maluku Utara ini melantunkan kesedihan seorang yang ditinggal kekasih. Namun ia tak pantah asa, menyembah yang kuasa untuk diberikan yang terbaik.

Tentunya jarang orang mendengar lagu ini, tetapi kalau berbicara mengenai keindahan alam Maluku Utara, tentunya menjadi incaran mata. Negeri para sultan ini 24% dari total wilayah adalah daratan. Selebihnya adalah perairan yang dihiasi dengan 395 pulau, baik besar maupun kecil. Di setiap pulau tersimpan keindahan khatulistiwa yang masih perawan dan jarang tersentuh oleh orang.

Dari Bandara Sultan Babullah Ternate saja nampak keindahan Bumi Ternate. Puncak Gunung Gamalama yang hijau dan berselubung awan sudah memanjakan mata untuk mengekplorasi Maluku Utara lebih jauh. Terlebih tiket pesawat dari Jakarta menuju Ternate cukup terjangkau sekitar 1,5 juta Rupiah. Pilihan waktu keberangkatan juga bervariatif baik dini hari, pagi hari, dan sebagainya.

Salah satu pantai yang terkenal adalah Pantai Salamadhaha. Pantai cantik ini terkenal dengan sebutan Pantai Kaca karena airnya yang bening. Terlebih jaraka yang cukup dekat, sekitar 14 km ditambah dengan akses yang mudah dan tentunya bebas kemacetan membuat pengunjung khususnya dari Jakarta merasa betah untuk berlama-lama.

“Airnya bening dan pantainya bersih. Sangat dianjurkan untuk pelancong yang bingung mencari tempat wisata.” Ucap salah seorang pengunjung dengan memberi dua jempol.

Pulau Halmahera juga menyimpan banyak destinasi yang elok dan menanti untuk dikunjungi. Banyak pantai berpasir hitam dan ditumbuhi nyiur yang menjulang. Laut di perairan Maluku Utara selain jernih juga tenang. Kontras dengan pantai di Selatan Jawa ataupun Barat Sumatera dengan gelombang yang kuat. Kondisi ini membuat siapapun aman untuk berenang dan bersuka ria bersma keluarga

“Biar to sone to sinyinga borero.” Lagu Borero usai dan tiga orang itu tertawa bersama.(RESP)

TINGGALKAN BALASAN