Wow ! Begini Kondisi Pengembangan dan Pengelolahan Rumput Laut di Nusa Tenggara Timur

Kupang,Semarak.news – Harga jual rumput laut di wilayah Nusa Tenggara Timur cenderung tidak stabil. Hal tersebut terjadi dikarenakan pengaruh kondisi cuaca yang tidak mendukung proses pembudidayaan rumput laut. Cuaca di NTT lebih sering mengalami panas terik daripada hujan, sehingga dapat mempengaruhi proses pertumbuhan rumput laut.

“Apabila hasil budidaya rumput laut sedikit sedangkan permintaan masyarakat di pasaran meningkat maka harga jual bisa mencapai Rp.17.000,00 hingga Rp.18.000,00 per Kg. Untuk harga jual rumput laut yang normal sekitar Rp.11.000,00 per Kg.” Kata Staf Bidang Tata Ruang Laut dan Budidaya Perikanan Herny Mayopu.

Terlebih ada hambatan dalam pembudidayaan rumput laut dikarenakan minimnya ketersediaan stok bibit unggul rumput laut hasil kultur jaringan yang selama 2 tahun ini yang disuplai dari wilayah NTB. Meskipun harga bibit unggul yang dibeli dengan harga murah, namun terkendala dalam biaya transportasi yang mahal.

“Rencananya laboratorium kultur jaringan dengan PT. Sampoerna saat ini belum memasuki tahap operasi, karena pada tahun 2018 masih mempersiapkan alat-alat penunjang laboratorium serta persiapan SDM, laboratorium akan beroperasi pada tahun 2019″Kata Henry.

Untuk jumlah stok hasil produksi rumput laut tahun 2018 belum terhitung karena penghitungan jumlah stok akan dilakukan setiap triwulan, sehingga DKP saat ini hanya memiliki data tahun 2017. Selain itu, klaster yang ditargetkan akan beroperasi tahun 2018 yaitu Klaster Sumba Timur, Klaster Sumba Barat dan Klaster Sabu.

Pengembangan klaster-klaster budidaya rumput laut yang terdiri dari 5 klaster antara lain klaster I yaitu Klaster Sumba, Klaster II yaitu Klaster Kupang, Klaster III yaitu Klaster Sabu, Klaster IV yaitu Klaster Lembata dan Klaster V yaitu Klaster Manggarai.(RA)

 

TINGGALKAN BALASAN