World Cleanup Day, Masyarakat Bali Gotong Royong dalam Aksi “Suksma Bali”

Jakarta, Semarak.News – Masyarakat seluruh dunia memperingati “World Cleanup Day” pada hari Sabtu (15/9), serentak dilaksanakan di 150 negara. Aksi ini menjadi aksi bersih – bersih pertama terbesar di dunia.

Begitupun di Indonesia seluruh elemen masyarakat serentak melaksanakan aksi bersih – bersih, salah satunya di Bali dengan kegiatan yang bertajuk “Suksma Bali”. Kegiatan ini difokuskan pada 29 titik di Bali.

“Suksma Bali” merupakan perwujudan terimakasih kepada alam Bali. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi sampah plastik yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk lebih peduli pada sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Panitia “Suksma Bali” yang juga praktisi pariwisata Yoga Iswara mengatakan, hingga saat ini lebih dari 15.000 orang yang sudah registrasi untuk ikut aksi ini. Aksi ini dilakukan di pantai, pura, wilayah desa dan campuhan.

Rinciannya 9 titik di Badung, 2 titik di Denpasar, 6 titik di Gianyar, 2 titik di Klungkung, 3 titik di Karangasem, 1 titik di Bangli, 1 titik di Tabanan, 1 titik di Jembrana, dan 4 titik di Buleleng.

Sampah yang dikumpulkan adalah sampah organik dan non organik. Sampah non organik akan dikumpulkan dan ditimbang untuk dilaporkan ke panitia internasional. Kemudian disetorkan ke Dinas Lingkugan Hidup (DLH) masing-masing kabupaten/kota, lalu dibawa ke bank sampahnya.

Yoga mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi bersama melawan sampah dan sekaligus langkah awal dalam menyosialisasikan kembali bahaya sampah plastik.

“Kalau masalah sampah, seharusnya lebih disiplin orang pariwisata dibandingkan masyarakat domestik,” ungkapnya.

Aksi World Cleanup Day dilaksanakan serentak di seluruh dunia melibatkan sekitar 350 juta penduduk dunia. Di Indonesia sendiri melibatkan 13 juta penduduk. (AP)

TINGGALKAN BALASAN