Mojokerto-Puluhan masyarakat Desa Ngrowo mendatangi pabrilk lada PT. Motasa Indonesia, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto. Masyarakat yang tergabung dalam  Ngrowo Bersatu (MNB), dengan menggunakan mobil dan pengeras suara serta spanduk, menolak monopoli rekruitment tenaga kerja di “pabrik penghasil lada itu”, yang dinilai tidak adil bagi masyarakat Desa Ngrowo, ujar Korlap Aksi, “Sujito”. Senin (23/4/2018).

Masyarakat Desa Ngrowo sendiri juga mengkritisi beberapa hal seperti, tidak adanya keterlibatan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat maupun LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Pemuda dalam pendirian pabrik Matosa Indonesia di Kab. Mojokerto, tidak adanya keterlibatan petani dalam upaya musyawarah dengan pihak management PT. Matosa Indonesia terkait masalah irigasi (Penutupan irigasi) akibat pendirian pabrik, sehingga menyebabkan masalah gagal panen.

Dalam orasinya, masyarakat Desa Ngrowo menghendaki pelaksanaan aksi secara damai dan tidak bersifat anakhis, didukung dengan upaya negosiasi antara perwakilan pihak masyarakat dengan pihak management pabrik penghasil lada tersebut, dalam rangka menghimpun masyarakat Ngrowo untuk bekerja di PT. Motasa Indonesia. Mengingat sebelumnya, terdapat tindakan perumahan oleh pihak pabrik lada ini, kepada kuli bangunan yang berasal dari masyarakat Desa Ngrowo dan lebih menampung masyarakat yang berasal dari wilayah luar Desa Ngrowo.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngrowo, Siti Maidah mengatakan, tuntutan warga mulai dari masalah monopoli rekruitment kerja sampai irigasi akan segera disampaikan kepada pihak pabrik. (*)

LEAVE A REPLY