Tolak Sanksi DO, Front Perjuangan Rakyat Datangi Kantor KOPERTIS Wilayah IX Makassar

Aksi Demo FPR di Kantor Korpetis Makassar [foto: DHA]

Makassar, Semarak.news – Puluhan mahasiswa Makassar yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR), siang tadi (28/2/2018) melakukan aksi demo sehubungan dengan adanya sanksi Droup Out (DO) yang semakin marak dilakukan diberbagai kampus di Indonesia.

Aksi Demo dilakukan di depan kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Wilayah IX yang diawali Long March dari tititk kumpul hingga kantor Kopertis. Puluhan mahasiswa menuntut agar pihak Kopertis Wilayah IX Makassar sebagai penanggung jawab perguruan tinggi swasta di Makassar bertindak tegas terhadap tindakan Perguruan Tinggi yang tidak mematuhi keputusan pengadilan.

“Kopertis harus bertanggung jawab atas sanksi DO yang di berikan kampus kepada mahasiswa. Ini adalah tindakan yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa dan melanggar UUD 1945,” kata Ateng selaku Jenlap aksi ini.

Sebelumnya, pihak kampus Universitas Islam Makassar (UIM) meberikan sankis DO kepada tiga mahasiswanya karena mempertanyakan masa jabatan 3 periode rektor kampus UIM. Kasus ini kemudian di bawa kepengadilan dan dimenangkan oleh pihak mahasiswa. Namun hingga saat ini pihak kampus UIM belum mencabut SK DO dan mengembalikan status mahasiswa dari ketiga mahasiswanya tersebut. Selain itu di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja juga terjadi pemecatan 8 mahasiswa karena melakukan aktivitas organisasi.

Setelah melakukan berbagai orasi akhirnya pihak Kopertis yang diwakili oleh Andi Amir selaku Kabag Umum Kopertis wilayah IX bersedia menemui para demonstran.

“Saya minta maaf karena pimpinan Kopertis sedang tidak di tempat jadi saya diminta mewakili Beliau untuk menemui adik-adik mahasiswa semua,” ujar Andi Amir.

“Semua aspirasi adik-adik akan saya sampaikan kepada Beliau, jika kalian ingin bertemu ketua, silahakan buat secara tertulis, menyurat ke kantor agar bisa di aturkan jadwal bertemu ketua, tapi saya tidak bisa memberikan keputusan,” kata Andi Amir kepada para mahasiswa.

Mendengar hal tersebut para mahasiswa merasa tidak puas dan tetap menuntut agar Andi Amir selaku perwakilan Kopertis dapat memberikan keputusan dan kejelasan sikap Kopertis kepada para mahasiswa.

Namun setelah melakukan perundingan dengan pihak Kopertis dan diberikan janji untuk bertemu dengan ketua Kopertis, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan berjalan kembali ke titk kumpul di kampus UIM. (DHA)

TINGGALKAN BALASAN