Tim Penilai Provinsi Tinjau Profil Kelurahan Karangsari

Blitar, Semarak.news - Tim penilai lomba gotong royong se-Jawa Timur mengunjungi agro wisata kelurahan Karangsari, Kota Blitar, Rabu (25/04).

Blitar, Semarak.news – Tim penilai lomba gotong-royong Provinsi Jawa Timur tinjau profil Kelurahan Karangsari di agro wisata belimbing kelurahan Karangsari, Kota Blitar, Rabu (25/04).

Kedatangan tim penilai lomba gotong-royong Provinsi ini dimaksudkan untuk melakukan penilaian profil kelurahan Karangsari secara langsung di lapangan.

Tim penilai dipilih dari Dinas Provinsi terkait, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bakesbangpol, Dinas Pertanian dan Dinas PU.

Ketua tim penilai Provinsi, Dra. Rosmiati MM menekankan jika hal terpenting yang menjadi perhatian tim penilai adalah inovasi terbaru yang belum pernah ada sebelumnya terutama jika inovasi tersebut dilakukan sendiri oleh masyarakat.

“Pada dasarnya dari semua bidang kami ingin melihat inovasi yang membedakan dari program wajib pemerintah terutama jika inovasi itu dilakukan oleh masyarakat sendiri” beber Rosmiati.

Lurah Karangsari, Fredy Hermawan menjelaskan jika Kelurahan Karangsari telah melewati beberapa tahapan lomba hingga akhirnya masuk dalam empat besar nominasi lomba gotong-royong masyarakat Provinsi Jawa Timur.

“Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan lomba tersebut yaitu pertama mengirimkan data administrasi dan profil kelurahan Karangsari yang telah dikirimkan satu bulan lalu, Alhamdulillah kita masuk dalam 4 besar kelurahan Se-Jawa Timur” ucap Fredy.

Fredy menambahkan jika kesempatan kelurahan Karangsari mewakili Kota Blitar didasarkan atas kearifan lokal terutama olahan belimbing dan sikap sosial budaya masyarakatnya yang masih menjaga kegotongroyongan.

“Tentunya karena kearifan lokal dan sikap sosial masyarakatnya yang masih menjaga kegotongroyongan” tambah Fredy.

Lebih lanjut Fredy juga menyampaikan bahwa kelurahan Karangsari memenuhi kriteria gotong-royong karena banyaknya lembaga sosial kemasyarakatan yang menjadi ciri semangat berorganisasi atau gotong-royong.

“Sikap dan budaya kegotongroyongan yang ada di masyarakat Karangsari dapat kita lihat dari banyaknya lembaga masyarakat, kurang lebih 22 lembaga sosial” lanjut Fredy.

Fredy optimis jika Kelurahan Karangsari dapat menjadi kecamatan terbaik dalam lomba ini.

“Dengan melihat potensi yang ada di kelurahan Karangsari, insyaallah kami bisa menjadi yang terbaik” ungkap Fredy optimis. (HN)

TINGGALKAN BALASAN