Tim Gabungan Mengamankan Delapan WN Filipina di Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe

8 WN Filipina, TNI AL Tahuna, dan Tim Pora Tahuna
Delapan WN Filipina diamankan oleh Tim Gabungan di Perairan Sangihe (Sumber: Tribun Manado)

Kepl. Sangihe, Semarak.news – Operasi gabungan oleh TNI AL Tahuna dan Tim Pora Tahuna berhasil mengamankan delapan WN Filipina (WNF) di Perairan Kepl. Sangihe pada Rabu (28/2) pagi. Tim gabungan mengamankan delapan WNF karena tidak adanya tanda identitas atau WNA illegal.

Berdasarkan penyataan dari Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo bahwa Delapan WN Filipina terjaring Operasi Gabungan tim QR pangkalan TNI AL Tahuna dan Tim Pora di wilayah perairan Sangihe. Dalam Operasi Gabungan, tim menggunakan dua unsur Alpung Lanal Tahuna Kal PSH 1-8-31 sebagai pusat Kendali Utama dan Sea Rider Lanal Tahuna sebagai Tim Penindak di Laut. Operasi ini dilakukan karena adanya informasi awal mengenai WN Filipina illegal yang berada di Tahuna, khususnya bekerja sebagai penjaga rumpon di perairan Indonesia.

“Berdasarkan informasi awal tersebut tim langsung melaksanakan operasi dan mengamankan 8 orang warga negara asing tersebut” ujar Widodo.

Widodo juga menyatakan bahwa operasi ini juga sebagai penajaman fungsi TNI khususnya Angkatan Laut Tahuna dalam penegakan hukum. Selain itu, operasi merupakan upaya memproteksi Perairan Sangihe khususnya perbatasan dari aktivitas orang asing supaya mencegah munculnya kerawanan penyelundupan narkoba, terorisme, serta tenaga kerja asing illegal.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan Pasintel Lanal Tahuna Mayor Laut (P) Agung Dwi, delapan WNF yang ditangkap di Perairan Sangihe karena tidak adanya dokumen pribadi seperti ID Card, dok PLB, passport/surat izin tinggal, dan izin bekerja di Indonesia.

Setelah diamankan oleh tim gabungan, kedelapan WNF diperiksa untuk diperoleh keterangan lebih lanjut. Salah satu keterangan bahwa delapan WN Filipina secara illegal tinggal di Indonesia minimal dua hingga 15 tahun. Selain itu, masih terdapat banyak WN Filipina yang masih tinggal secara illegal di Tahuna.

Setelah adanya proses pemeriksaan, delapan WNF akan diserahkan ke pihak imigrasi untuk tindaklanjutnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 2 Tahuna James Sembel SH, yaitu setelah adanya pelimpahan barang bukti dan delapan WN Filipina dari Lanal Tahuna, pihak imigrasi akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan kurang lebih 30 hari. (Ar)

TINGGALKAN BALASAN