Tim Advokasi Hasanah Konsisten Perang Melawan Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebencian

Pelaporan tidak dilanjutkan Bawaslu Jabar

Bandung, Semarak.news – Bawaslu Jawa Barat mengeluarkan putusan untuk tidak melanjutkan pengaduan dari tim advokasi pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat Tb. Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) soal dugaan kampanye hitam dan ujaran kebencian oleh sebuah akun media sosial.

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyebutkan bahwa batas waktu penyidikan tindak pidana pemilu adalah 14 hari setelah pelanggaran ditemukan, dengan waktu penuntutan selama lima hari. Tim advokasi Hasanah melanjutkan laporan ke Polda jabar kemarin Selasa, 20 Maret 2018.

Tim advokasi Hasanah konsisten perangi hoaks

Rafael situmorang koordinator tim advokasi mengatakan “tidak ada bedanya dengan yang kemarin hanya penegasan saja kemarin dari Bawaslu bahwa ini pidana murni tidak ada kaitannya dengan pilkada”. Maka dari itu tim advokasi Hasanah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dengan memakai UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE.

“Kita minta tindak lanjut. Hampir seminggu minta tindak lanjut agar segera ditindak lanjut sekalian juga memberikan informasi kepada penyidik bahwa itu akunnya dirubah. Asalnya @perisai.rakyat21 berubah menjadi @suara.rakyat 21” ujarnya.

Pasangan Tb Hasanuddin-Anton CHarliyan (Hasanah) sebelumnya melaporkan akun @perisai.rakyat21 yang dinilai mendiskreditkan mereka. Dalam akun itu, diunggah beberapa gambar dan tulisan yang tidak beretika terhadap paslon Hasanah. Pengaduan ini tercatat dalam laporan No 01/LP/PILGUB/13.00/III/2018. (MIK)

TINGGALKAN BALASAN