Semarak.news Tersebar video viral dari FB yang menunjukkan detik-detik kapal yang bertuliskan “Maritim Malaysia” mengejar kapal milik Indonesia di Selat Malaka. Video dari akun FB Mochammad Slamet, Selasa (9/4/2019) tengah menjadi sorotan publik. Terlebih lagi terungkap bahwa tiga helikopter turut mengitari kapal Indonesia berjenis KP Hiu 08 itu.

Terdapat dua video yang diunggah oleh Mochammad Slamet. Didalam video terlihat beberapa orang yang diduga warga Malaysia dan tampak menunjuk kearah perekam.

Video yang pertama nampak kapal hitam itu mengejar kapal Indonesia yang berada di beberapa meter jauh dari kapal tersebut.

Lalu untuk video yang kedua nampak kapal tersebut telah berhasil mendekati kapal KP Hiu 08 milik Indonesia. “Mereka yang masuk ini, santai saja siap disini saja” kata seorang pria dalam video tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerangkan kronologi Perhentian Pemeriksaan dan penahanan (Henrikhan) upaya pemberantasan kegiatan Penangkapan ikan secara illegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Kronologi Penangkapan 2 kapal asing

Pada tanggal 3 April 2019, diawali pada pukul 07.20 WIB KP. Hiu 08 mendeteksi di radar atas 2 kapal ikan berbendera Malaysia di ZEEI Selat Malaka. Kemudian pukul 08.40 WIB, KP. Hiu 08 melakukan pengejaran terhadap 2 kapal tersebut. Alhasil pada pukul 09.05 KP. Hiu 08 berhasil melakukan Henrikhan atas KM. KHF 1256 dan pada pukul 09.13 atas KM. PKFB 1852.

Hasil pemeriksaan didapati kedua kapal tersebut tidak memiliki ijin dari Pemerintah Indonesia dengan menggunakan alat tangkap yang yagn dilarang. Selanjutnya kedua kapal tersebut dibawa ke Stasiun PSDKP Belawan untuk melakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Pada pukul 12.00 WIB pada saat KP. Hiu 08 ketika proses membawa kapal tangkapan, telihat kapal dengan jenis speedboot melakukan manuver dan mendekat ke kapal Indonesia itu. Kapal Maritim Malaysia bernama Penggalang 13 merapat ke KP. Hiu 08.

Negosisasi pihak Asing

Selanjutnya Penggalang 13 mendekati KP Hiu 08. Penggalang 13 meminta KP Hiu untuk melepaskan kedua kapal tersebut. Permintaan tersebut ditolak oleh KP Hiu 08. Namun Penggalang 13 meminta kembali agar hanya 1 yang di tangkap. Akan tetapi tetap KP Hiu 08 menolak permintaan dari Penggalang 13.

Pada saat yang bersamaan dengan Penggalang 13 bernegosiasi dengan KP. Hiu 08, hadir juga 3 helikopter yang mengitari KP. Hiu 08 dan kapal tangkapan.

Selanjutnya setelah gagal bernegosiasi, Penggalang 13 dan 3 Helikopter meninggalkan KP. Hiu 08. Dan KP. Hiu 08 melanjutkan ke Stasiun PSDKP.

2 kapal kembali ditangkap

Henrikhan kembali dilakukan (9/4/2019) melalui KP. Hiu Macan Tutul pada pukul 14.50 WIB atas KM. PKFA 8888. Selanjutnya pada pukul 15.16 WIB atas KM. PFKA 7878.

Kapal tersebut dibawa ke PSDKP Batam. Hasil pemeriksaan menyebutkan kedua kapal tersebut tidak memiliki izin dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang.

Helikopter turut hadir kembali

Didalam perjalanan membawa kapal tangkapan tersebut, pukul 18.20 WIB hadir helikopter Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang terbang rendah mengitari KP. Hiu Macan Tutul 02.

Melalui komunikasi radio channel 16 meminta KP. Hiu Macan Tutul 02 untuk melepaskan kapal tangkapan tersebut. Namun KP. Hiu Macan Tutul menolak akan hal tersebut.

Setelah dilakukan penolakan, Helikopter APMM meninggalkan lokasi. Sebelum kembali, helikopter APMM berputar-putar mengitari KP. Hiu Macan Tutul 02 untuk melakukan intervensi.

KP. Hiu Macan Tutul 02 tetap melanjutkan perjalanan menuju PSKDP untuk membawa kapal tangkapan.
RM

LEAVE A REPLY