Tidak Ada Musuh Tidak Ada Perang Nuklir

Ilustrasi Perang Nuklir
Ilustrasi Perang Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan dalam pidato tahunannya, yang disampaikan pada 1 Maret di Moskow, bahwa militernya memiliki rudal jelajah antar benua baru yang “Tak terkalahkan”. Demi argumen, katakanlah bahwa itu benar-benar ada dan bahwa itu benar-benar tidak dapat dihentikan.

Sepanjang waktu, para ilmuan telah berusaha mencari titik dimana tak terkalahkan dengan menerapkan teknologi yang selalu maju. Sejarah menunjukkan sejauh ini mereka tidak berhasil. Musuh pasti menyusun metode untuk melawa sistem penyerangan atau pertahanan apa pun. Bahkan Presiden Putin mengakui dalam pidatonya bahwa ada yang akan menemukan solusi, “anak-anak kita akan memikirkan sesuatu yang baru”.

Presiden Putin maupun Presiden Trump yang akan mencari solusi untuk mencapai ketertiban yang tak perlu dipertanyakan lagi bangsa mereka. Metode ini berasal dari persatuan ilmu sosial dan teori Medan Kuantum – bukan dari pendekatan yang menggunakan persenjataan, dan bukan dari bidang politik.

Presiden Putin tidak akan terkalahkan bagi Rusia jika angkatan bersenjatanya dilatih untuk Pencegahan Sayap Militer (Wings of the Military), yang terdiri dari ahli Teknologi Pertahanan Terkuat yang disebut Invincible Defence Technology (IDT). IDT adalah aplikasi inovasi Transcendental Meditation (TM) yang telah terbukti efektif untuk mengurangi stres dan ketegangan tinggi, baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Hal tersebut didukung dengan penelitian di lapangan yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok besar yang memperaktekkan TM dan program-program TM-Sidhi tingkat tinggi dalam suatu kelompok dua kali sehari menghasilkan efek lapangan yang sangat mempengaruhi semua orang di sekitarnya. Militer di seluruh di seluruh dunia telah menguji coba pendekatan ini dan masih menggunakannya hari ini.

Teknologi Pertahanan Terkuat, berbasis otak, dan Tak Terkalahkan (IDT) itulah namanya. Kata tak terkalahkan tidak bisa dikalahkan, tak terkalahkan. Pertahanan berarti membela dan melindungi. Teknologi menerapkan pengetahuan ilmiah. Tujuan IDT adalah untuk mencegah munculnya musuh. Setelah IDT diterapkan dengan benar, militer Rusia akan menjadi tak terkalahkan karena tidak akan ada musuh yang harus dilawan. Tidak ada musuh berarti tidak ada perang, tidak ada terorisme, tidak ada perang nuklir dan keamanan penuh, serta kehidupan yang bahagia dan produktif untuk semua orang.

Di daerah yang sangat stres di dunia, membentuk kelompok besar pakar IDT yang telah meningkatakan pertumbuhan kemakmuran dan insentif ekonomi, selain itu juga meningkatkan kreativitas dan kewirausahaan. Dalam skala global, ketika kelompok besar ahli sipil berkumpul dari 1983 hingga 1985, korban yang terkait dengan terorisme menurun 72 persen dan konflik internasional menurun 32 persen. Perubahan positif dalam tren sosial ini terjadi segera setelah IDT diperkenalkan.

Pendekatan IDT telah digunakan selama masa perang, yang berakibat pada berkurangnya pertempuran, berkurangnya kematian akibat perang, dan berkurangnya korban, serta kemajuan yang meningkat menuju penyelesaian konflik melalui cara-cara damai. IDT sama sekali tidak seperti pendekatan pertahanan lainnya karena tidak menggunakan kekerasan dalam upaya untuk memadamkan kekerasan.

Tingkat stres yang tinggi di setiap negara akhirnya menciptakan musuh. Jika tingkat stres kolektif yang berbahaya dengan menerapkan IDT, maka para pemimpin akan lebih mampu menemukan solusi yang teraratur dan konstruktif untuk mengatasi berbagai masalah yang telah membuat mereka berselisih selama beberapa generesi.

Dengan ketenangan sipil yang lebih besar, aspirasi warga akan meningkat, dan masyarakat yang lebih produktif dan lebih seimbang akan muncul. kemudian kekerasan sebagai alat untk perubahan dan/atau sebagai ekspresi ketidak puasan akan secara alami mereda.

Global Union of Scientist for Peace (GUSP) mendukung pendekatan IDT. Organisasi nirlaba ini menyelenggarakan konferensi internasional di Kiev, Ukraina tahun lalu. Lt. General (Purn.) Vasyl Krutov, mantan kepala Pusat Anti-Terorisme Ukraina adalah salah satu daftar peserta yang mengesankan saat berbicara atau menyuarakan dukungan mereka untuk konferensi. Termasuk Presiden Joachim Chissano dari Mozambik, yang menerapkan IDT inovatif untuk mengakhiri perang saudara bangsa itu, pensiunan Letnan Jendral Ekuador Jose Villamil, yang menerapkan IDT untuk mengakhiri perang antara Ekuador dan Peru, dan Mohd Khalid Naseemi, pendiri dan Direktur Jendral Masyarakat Lingkungan Afghanistan.

IDT adalah cara yang terbukti bagi militer Rusia untuk melindungi dirinya sendiri dan untuk mendapatkan penghormatan global dengan menerapkan sistem pertahanan sederhana, berbiaya rendah, dengan pelatihan minimal yang diperlukan untuk menerapkannya. Sejauh ini, tidak ada bangsa yang menemukan cara untuk mengatasinya. Begitu musuh menjadi teman, tidak perlu berkelahi. Perbedaan dapat diselesaikan menlalui diplomasi damai.

Baru-baru ini terdapat  acara diseluruh dunia yang menunjukkan bahwa IDT sangat dibutuhkan. Ia bekerja dengan cepat, dan tidak ada solusi yang lebih baik untuk mencegah perang nuklir. Presiden Putin akan bijaksana untuk segera melaksanakan program, dengan demikian mengubah musuh-musuhnya menjadi sekutu, dan menciptakan perdamaian abadi.

TINGGALKAN BALASAN