Alor Semarak.News | EW, tersangka pencetak sekaligus pengedar uang palsu (upal), diancam hukuman kurungan penjara 15 Tahun oleh Kepolisian Resort (Polres) Alor. EW ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti bersalah. Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi,SIK mengungkapkan hal tersebut dalam Jumpa Pers bersama wartawan di Mabes Polres Alor Rabu, (27/2/19).

Berikut kronologi singkat:

Pada Tanggal 18 Desember 2018, sekitar Pukul 14.00 Wita, tersangka EW memalsukan uang kertas pecahan Rp 100.000 rupiah dengan cara foto copy menggunakan mesin printer merk Epson Tipe L 360. Dimana dalam membuat uang  tersebut, tersangka melakukan foto copy sebanyak belasan kali untuk menghasilkan satu lembar siap dipakai. Selanjutnya, pada Rabu, 19 Desember 2018 Pukul 14.00 Wita, perangkat desa yang lain telah pulang kantor, tersangka EW kembali memalsukkan uang kertas asli Rp100.000, yang sama, yang dilakukan hari kemarin. Dia memalsukan uang kertas rupiah asli pecahan Rp 50.000 dengan cara memfoto copy dengan menggunakan Printer Merk Epson Tipe L 360. Dimana dalam membuat uang kertas rupiah palsu , tersangka memfoto copy sekitar belasan kali dan menghasilkan 3 lembar uang kertas rupiah palsu pecahan Rp 100.000 dan 6 lembar uang kertas rupiah palsu pecahan Rp 50.000 yang siap dipakai.

Kemudian, tersangka EW menyimpan uang palsu tersebut dalam buku agenda miliknya, yang disimpan dirumahnya sampai dengan 17 Febuari 2019. Pada Tanggal 18 Febuari 2019, tersangka membawa upal tersebut ke Kalabahi dan membelanjakan pulsa dan rokok Surya 12 di salah satu kios sekitar Pukul18.30 WITA.

Jelang beberapa menit kemudian, pemilik kios baru mengetahui kalau uang tersebut adalah upal. Pemilik kios  langsung melaporkan ke Polres Alor. Laporan diterima dengan No. LP B/35/II/2019/NTT/Polres Alor tertanggal 19 Febuari 2019. Tersangka EW dibekuk Tim Buzer Polres Alor di Bilangan Desa Adang Buom Kecamatan Teluk Mutiara.

Kapolres Patar mengatakan, barang bukti yang diamankan yakni 1 lembar upal pecahan Rp10.000, 6 lembar upal pecahan Rp 50.000, 1 buah mesin Printer Merk Epson Tipe L 360 warna hitam, 1 buah gunting besi, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah Hand phone merk Samsung, 4 lembar uang asli pecahan Rp100.00, 1 unit sepeda motor Revo tanpa plat motor, 1 lembar STNK dan 1 buah kontak sepeda motor.

Kata Patar, pasal yang dikenakan adalah pasal primer pasal 36 ayat (3) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, subsider pasal 36 ayat ( 1) Jo pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang lebih subsider pasal 36 ayat (2) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 Tahun.

Patar menambahkan, tersangka merupakan Kaur Pemerintahan Desa dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruang Sekretariat Kantor Desa Kaera Kecamatan Pantar Timur.

Motif tersangka hanya ingin coba-coba. Tersangka mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya. *(dako)

Edit: Joka

LEAVE A REPLY