Terpilihnya Ustaz H. Sudarno Hadi Sebagai Ketua Baru DDII Jatim Periode 2018-2023

Mojokerto, Semarak.News- Hasil forum Silaturahim Daerah (Silatda) Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jatim yang berlangsung di Ponpes Islamic Centre ElKisi dusun Kemuning, desa Mojorejo, kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (24 – 25/3/2018) menetapkan terpilihnya Ustaz H. Sudarno Hadi sebagai ketua baru DDII Jatim periode 2018-2023 menggantikan H. Tamat Anshory Ismail.

Dalam forum tersebut hadir diantaranya utusan DDII kabupaten/kota se-jatim, utusan DPP DDII, dan Muslimat DDII Jatim untuk membentuk 5 orang formateur  yang bertugas menyusun kepengurusan terdiri dari: Drs. Avit Sholihin MM (DPP), H Tamat Anhory Ismail (Ketua demisioner), KH Fathurrahman Fadhil (Ponpes ElKisi), H. Agus Iskandar (utusan Banyuwangi), dan H. Muhamnad ‘Alim (utusan Magetan). Secara aklamasi H Sudarno Hadi telah ditetapkan sebagai Ketua, didampingi  KH Fathurrahman Fadhil (Sekretaris) dan H Subagio Budiyanto (Bendahara).

Sebagai pemimpin baru, Sudarno Hadi mengajak segenap eksponen DDII Jatim untuk bersinergi menjaga umat dan NKRI ” DDII akan senantiasa berkhidmat untuk Umat, menjaga aqidah dan beramal sosial dalam binkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, kata Sudarno dalam pidato iftitah Ketua Baru.

Drs H Avit Sholihin MM juga menghimbau agar DDII Jatim bisa menjadi perekat umat. ” Perbedaan,  apalagi dalam hal furu’iyah tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi kalau itu penyimpangan, maka DDII harus ikut meluruskan”, imbuh Sholihin yang mencontohkan  organisasi Ahmadiyah sebagai penyimpangan karena berkeyakinan adanya Nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang) kerap memberikan orasi Kebangsaan. Dalam orasinya, Yusril ‘mewanti- wanti’ agar masyarakat hati-hati terhadap tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk Indonesia adalah tentara. ” Tiongkok adalah negara yang menerapkan Wajib Militer bagi warganya. Jadi setiap warganya negaranya adalah orang-orang yang terlatih secara militer. Tinggal senjatanya saja masuk, maka bisa merepotkan kita semua”.

TINGGALKAN BALASAN