Teori Bumi Datar, Mulai Berkembang ?

Jakarta, Semarak.news – Indonesia, setiap manusia mempunyai hak untuk mengemukakan fikiran, pendapat, opini, saran bahkan kritikan pedas terhadap pihak lain yaitu individu, perusahaan atau organisasi. Tidak dapat disalahkan apabila hasil fikirannya tersebut digunakan untuk menyerang atau mempertahankan atas suatu hal, asal ia memiliki argumentasi dan dasar yang fundamental.

Belakangan ini penulis telah mendengar suatu perbincangan dari orang yang mempercayai akan suatu teori yang sebenarnya sudah lama ada namun kini muncul kembali yang mewarnai mimbar perbincangan. Yaitu berawal dari hal kecil, penulis ditanyakan jika anda melihat semut dari kejauhan apa yang anda lihat ?, saya jawab gak kelihatan karena terlalu jauh. Lalu ia ganti semut menjadi daun yang ada diatas pohon, dan ia menjelaskan daun itu kalau dilihat dari jauh akan kelihatan seperti Titik “.” saja. Analogi ini digunakan untuk melihat matahari dan bulan, sebenarnya benda ini belum diketahui bentuknya apa, namun karena dengan jarak yang sangat jauh sehingga terlihat seperti bulat.

Baca juga : Teori Konspirasi Para Penganut Keyakinan ‘Bumi Itu Datar’.

Orang-orang penganut teori ini, mempercayai bahwa selama ini ilmu yang kita pelajari sejak kecil yaitu bumi adalah bulat, hanyalah konspirasi dari negara besar Amerika Serikat. Mereka tidak percaya bahwa Neil Amstrong telah menginjakkan kaki di bulan. Konspirasi negara ini hanya dibuat untuk mendukung industri mereka yaitu penjualan satelit. Satelit yang mereka jual katanya berfungsi untuk menyebarkan jaringan telekomunikasi dan alat pencitraan jarak jauh lah, apa pun itu namanya. Yang mereka tahu jaringan telekomunikasi tidak perlu pakai satelit, yaitu hanya dengan melalui kabel serat bawah tanah dan BTS pun sudah bisa.
Adalah Teori Bumi Datar atau Flat Earth, Teori ini menyebutkan bahwa banyak kehidupan diluar sana diluar kehidupan manusia di bumi ini. Bumi datar memiliki pusat atau lokus di Kutub Utara, dan seluruh unsur alam raya di luar angkasa berevolusi dan berotasi terhadap Bumi. Soal Kutub selatan, mereka percaya bahwa belum ada yang mengetahui pasti seberapa luas wilayah Kutub Selatan ini. Karena tidak adanya orang yang mampu menembus wilayah ini karena suhu dan cuaca yang dingin maksimal akibat tidak terkena sinar matahari (sehingga jadi beku).

Namun, penganut teori ini mempercayai bahwa ada orang yang telah melewati wilayah kutub selatan dan melihat adanya wilayah hijau nan asri di kehidupan lain selain kita. Ia melihat bentuk tubuh yang berbeda dengan manusia di wilayah bumi sebelum kutub selatan, Namun mereka melakukan hal yang sama dengan kita.

Percaya atau tidak ? ini adalah sebuah teori yang sedang berkembang saat ini. [AR]

TINGGALKAN BALASAN