Bintuni, Semarak.News – Jangan kira jika masyarakat yang hidup di pedalaman kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat tidak bisa melihat, mendengar dan membaca perkembangan yang sedang terjadi di belahan dunia saat ini.

Melalui sambungan internet, warga di pedalaman Teluk Bintuni Papua Barat  kini telah melihat setiap perkembangan yang ada di Daerah lain bahkan dunia, dengan bermodalkan gadget dan kuota pulsa.

Meski demikian anak-anak muda di kampung Jagiro Distrik Moskona Selatan nampak memanfaatkan akses internet untuk hal-hal yang lebih banyak menyita waktu seperti kerap ditemukan bermain game ketimbang menggunakan untuk hal positif lain seperti belajar atau mencari tugas belajar.

Ketua pemuda Distrik Moskona Selatan kabupaten Teluk Bintuni, Agustinus Yerkohok mengatakan, dulu warga Moskona Selatan jangankan bisa mengakses internet, untuk menjangkau ibukota kabupaten saja warga harus menempuh perjalanan dengan jarak puluhan kilometer melalui darat dan membutuhkan waktu berhari-hari.

“Jaringan Ilinternet atau pemasangan Base Transcaiver Station (BTS) ini baru dipasang di Tahun 2019 lalu dan bisa menjangkau hingga ke kampung-kampung sebelah,” Kata Agustinus Yerkohok.

Dia menyampaikan, sebagai pemuda patut menyampaikan terima Kasih kepada pemerintah daerah saat ini, dimana memperhatikan hal yang sebelumnya belum ada kini sudah dibangun menara Telkomsel dengan kapasitas jaringan 4G.

“Kalau untuk jaringan Telkom sudah bagus, sekarang ini bagaimana memperhatikan akses jalan dan jembatan penghubung beberapa kampung dan distrik,” kata Agustinus Yerkohok.

Dikatakan bahwa wilayah Moskona Selatan masuk dalam kategori daerah terpencil dan berada tepat di sudut negeri. Apalagi akses jalan penghubung ibukota distrik Moskona Selatan dengan ibukota kabupaten terhalang di Kali Kaibor.

Lebih lanjut kata Agustinus, di Kali Kaibor, ketika hujan deras maka akses jalan terputus kendaraan bisa menunggu membutuhkan waktu seharian jika hujan tak kunjung reda. Bisa menginap di pinggiran kali menunggu hingga airnya surut.

“Maka dengan itu pemerintah harus memperhatikan hal itu salah satunya jembatan penghubung di Kali Kaibor, juga kami butuhkan akses jalan dari distrik ke kampung-kampung seperti akses dari kampung Jagiro, Inggof,  Mususna hingga ke Meriday, ke kampung Anejro ibukota distrik Mandat begitu pula dari distrik Moskona Selatan ke ibukota kabupaten Teluk Bintuni,” Jelasnya.

Dia mengatakan, jika pemerintah bisa membangun akses penghubung, maka masyarakat sudah tidak susah bahkan bisa disebut sejahtera.

Senada dengan Ketua KNPI, Donatus Yerkohok, kepala kampung Jagiro Distrik Moskona Selatan yang ditemui Bintuni baru-baru ini mengatakan, pemerintah daerah telah membangun tower Telkomsel di sejumlah kampung dan distrik dan sudah aktif sejak tahun 2019 lalu.

“Ini suatu pakaian yang baik, masyarakat sudah bisa mengakses internet di kampung,” Kata Donatus

Ia pun berharap agar pemerintah juga bisa memperhatikan pembangunan akses jalan dan jembatan penghubung antara Distrik dan Kampung-kampung.

Sumber: https://kongkrit.com/walau-di-pedalaman-teluk-bintuni-masyarakat-bisa-melihat-perkembangan-dunia-kok-bisa/

LEAVE A REPLY