Sudah Saatnya Indonesia Beralih ke TV Digital

Banjarmasin,semarak.news- “Sudah banyak masyarakat Indonesia yang beralih ke TV digital karena kualitas tertinggi TV analog maih berada di level rendah kualitas TV digital”, ucap Ahmad M. Ramli selaku Direktur Jenderal PPI Kemenkominfo dalam sambutannya di acara Sosialisasi TV Digital yang bertema Indonesia Goes To Digital di Hotel Banjarmasin International, Selasa 24 April 2018.

H. Abdul Haris Makie yang mewakili Gubernur Kalsel dalam sambutannya yang juga bertugas membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan bahwa Pemprov Kalsel mendukung secara penuh proses migrasi ke TV digital. Dengan berpindah ke TV digital maka TV lokal akan tumbuh subur sehingga dapat meningkatkan kreatifitas-kreatifitas lokal yang ada di Kalsel. TV digital diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kalsel. Dengan kata lain ia berharap dengan adanya migrasi dari TV analog ke TV digital ini dapat membawa manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Acara yang menghadirkan Ir. Geryantika Kurnia M. Eng, MA merupakan Direktur Penyiaran Kemkominfo, Dedi Risnanto selaku General Manager Penyiaran Kompas TV, Arif Mukhyar Ketua KPID Pov. Kasel dan H. Slamet Kepala Seksi Pengelolaan Aspirasi dan Produksi Informasi Dinas Kominfo Kabupaten Tanah Bumbu sebagai narasumber tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten/Kota se Kalsel, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, para Awak Media dan Mahasiswa dari ULM, UIN, dan UNISKA.

Dalam paparannya Ir. Geryantika Kurnia M. Eng, MA menjelaskan bahwa Saat ini di Indonesia terdapat 1105 lembaga penhiaran tv dan 1568 lembaga penyiaran radio. Dan tujuan migrasi dari TV analog ke TV gigital yaitu terkait efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, fisiensi infrastruktur industri penyiaran, peningkatan kualitas siaran, mempertahankan diversity of ownership, menumbuhkan industri konten dan Digital dividend.

“Industri penyiaran kedepan akan bersaing dengan sosial media. Akan tumbuh banyak Production House (PH), mandiri, biaya yang dibutuhkan lebih murah, semua orang bisa menjadi talent, dan tentunya pasar akan tidak terbatas seperti munculnya bukalapak, e-commerce, dll.”, ucap Dedi Risnanto dalam paparannya.
[BMN]

TINGGALKAN BALASAN