Soal Program Bantuan Pangan, H.Mulyadi: Kota Banjarbaru Aman !

sumber: Semarak.news

Banjarbaru, Semarak.news – Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial H. Mulyadi mengatakan pada 2018 pemerintah telah menetapkan program bantuan pangan non tunai (BPNT) sebagai pengganti program Beras Sejahtera (Rastra).

Menurutnya, selama ini pelaksanaan pendistribusian program bantuan pangan Beras Sejahtera (Rastra) berjalan dengan lancar dan adanya perubahan bentuk bantuan dari Rastra menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak akan menjadi masalah.

“Program bantuan pangan Beras Sejahtera (Rastra) selama ini berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. Adapun kendala seperti beras kurang bagus langsung segera di tanggulangi dengan penggantian beras baru,” ujar H. Mulyadi kepada Semarak.news, Selasa (13/3).

Ia menjelaskan program Bantuan Pangan Non Tunai akan mulai dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarbaru pada bulan Agustus 2018 mendatang dengan sistem masyarakat diberikan kartu yang disebut Kartu Kombo yang fungsinya seperti kartu ATM dan hanya dapat digunakan pada e-warong yang telah disediakan.

“Nantinya masyarakat yang termasuk dalam Keluarga Penerima Manfaat(KPM) akan mendapatkan kartu Kombo yang fungsinya seperti kartu ATM yang hanya dapat digunakan di e-warong saja,” katanya.

Sedangkan untuk sistem penyalurannya, pihak perbankan yang ditunjuk pemerintah akan menetapkan agen toko yang disebut brilling/e-warong. Lalu, Bulog dalam hal ini akan mendistribusikan beras langsung kepada agen brilling/e-warung tersebut.

Lalu, dalam penentuan agen brilling atau e-warung yang akan dijadikan distributor perbankan berhak untuk menentukan dan memilih letak serta toko mana yang dapat menjadi agen brilling/e-warong.

“Itu bank yang dapat memilih, dalam hal ini Kementrian sosial bekerjasama dengan Bank HIMBARA. kalo di kota Banjarbaru biasanya Bank BRI,” tambahnya.

Dalam hal ini, kata dia, Dinas Sosial Kota Baru akan mendapatkan data dari pemerintah pusat dan bps yang selanjutkan data tersebut akan melewati proses verifikasi tentang kelayakan keluarga tersebut untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai sehingga potensi kecurangan dalam pendistribusian Bantuan Pangan tersebut dapat di hindari.

Selanjutnya, KPM yang nantinya telah menerima kartu tersebut dapat langsung menuju ke toko yang terdaftar dalam e-warung untuk membelanjakan  kartu Kombo yang diterima dalam dua kategori barang yaitu beras dan telur dengan batasan Rp. 110 ribu setiap bulannya.

“Untuk KPM yang sudah menerima kartu kombo, nantinya dapat langsung membelanjakan uang yang ada didalamnya sebesar Rp. 110 ribu tiap bulannya,” tambahnya.

Saat ini sudah ada sekitar 10 warung yang terdaftar dalam e-warung di Kota Banjarbarbaru. Namun jumlah tersebut pastinya tidak akan bisa mencukupi kebutuhan dari masyarakat penerima BPNT yang ada di Kota Banjarbaru.

“Saat ini sudah ada sekitar 10 e-warong yang didirikan, tapi jumlah tersebut tidak akan mampu mencukupi kebutuhan dari keseluruhan penerima BPNT,”ujarnya

Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat KPM, ia mengharapkan MOU antara Kemensos dengan Bank HIMBARA segera terselesaikan agar dapat ditambahan e-warung di setiap titik  Kota Banjarbaru sehingga masyarakat dapat mudah untuk menjangkaunya.

“Saya berharap adanya MOU Kemensos dengan Bank HIMBARA segera selesai dan penambahan e-warung disetiap titik kota Banjarbaru agar masyarakat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan pangannya,” ia mengakhiri.[BRF]

TINGGALKAN BALASAN