Sidang Gugatan PT. SILO kepada Gubernur Kalsel

Sumber : Semarak News (NTH)

Banjarmasin, Semarak.news – Gugatan PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) kepada Gubernur Kalsel terkait pencabutan IUP-OP masuk dalam tahap Pembacaan Gugatan dan Jawaban dari tergugat pada Kamis, 15 Maret 2018. Sidang yang diselenggarakan di Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin ini menghadirkan kedua belah pihak baik dari penggugat maupun tergugat.

Pihak penggugat (PT.SILO) dihadiri oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Gugum Ridho Putra, S.H., M.H., Yusuf Pramono, S.H., Amirullah D Ramadhan, S.H., Yusmarini, S.H.

Sedangkan dari pihak tergugat, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor tidak hadir dalam sidang dan diwakilkan oleh Biro Hukum Pemprov Kalsel Hj. Fatimah dan Sugeng serta advokat Prof. Dr. Andi M Asrun, S.H., M.H.

Sidang dibagi menjadi 3 sesi terkait gugatan IUP-OP anak perusahaan PT.SILO yaitu PT. Sebuku Sejaka Coal, PT. Sebuku Tanjung Coal dan PT. Sebuku Batubai Coal. Dalam ketiga sidang tersebut, pihak tergugat meminta tambahan waktu 2 minggu untuk mempersiapkan jawaban mengenai gugatan yang dilayangkan oleh PT. SILO.

Sidang akan digelar kembali Kamis, 29 Maret 2018 pukul 10.00 WITA di PTUN Banjarmasin.

Di luar ruangan sidang, berlangsung unjuk rasa yang dilakukan oleh gabungan ormas yang pro dengan pencabutan IUP-OP PT. SILO. Massa tersebut menyuarakan bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT. SILO hanyalah eksploitasi tambang kalsel untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu dan tentu saja merugikan masyarakat.

Unjuk rasa tersebut selesai pada sekitar pukul 10.30 WITA. Setelah massa membubarkan diri, massa lain yakni masyarakat Kotabaru yang kontra terhadap pencabutan IUP-OP PT.SILO mulai berdatangan.

Salah satu massa kontra pencabutan IUP-OP (pendukung PT. SILO), Edi Heri Suyono mengatakan, “Saya, termasuk warga kotabaru semua ini, mendukung PT. SILO, karna kami bersandar ke PT. SILO ini. Kami banyak dibantu sama PT. SILO.”

TINGGALKAN BALASAN