Sidang Gugatan PT SILO Ditunda

sumber : Semarak News

Banjarmasin-Semarak News, sidang terbuka gugatan PT SILO terhadap Surat Keputusan Gubernur Kalsel berlangsung pukul 10.00 WITA hingga pukul 12.00 WITA.

Sebelumnya tanggal 26 Januari 2018 Gubernur Kalsel mengeluarkan Surat Keputusan pencabutan IUP PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) terhadap 3 anak perusahaannya. SK 503/119/DPMPTSP/2018 untuk PT Sebuku Batubai Coal seluas 5.140,89 ha. SK 503/120/DPMPTSP/2018 untuk PT Sebuku Sejaka Coal seluas 8.139,93 ha. Dan SK 503/121/DPMPTSP/2018 untuk PT Sebuku Tanjung Coal seluas 8.990,38 hektare (ha).

Keputusan ini membuat pihak PT SILO merasa dirugikan. Karena sebelumnya PT SILO sudah beroperasi sejak tahun 2004 hingga 2016 dan tidak menjumpai kendala apapun. Pada kesempatan sidang terbuka (15/03) pihak PT SILO diwakili kuasa hukumnya Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Sayangnya sidang harus ditunda dikarenakan ketidaksiapan jawaban dari pihak Pemprov. Menurut kuasa hukum Pemprov  gugatan yang diajukan PT SILO masih belum final. Selain itu Andi M Asrun mempertanyakan terkait surat sumpah kuasa Yusril sebagai pengacara yang ditunjuk untuk mewakili PT SILO.

“Pak Yusril punya kartu Pradi tapi tidak punya surat sumpah, saya mempertanyakan posisi dia asalmula jadi advokad gimana, Pradi saja tidak cukup,” kata Asrun.

Apabila besok pada sidang terbuka kedua Yusril masih belum melengkapi administrasi, maka Asrun akan terus mempertanyakan legalitas Yusrit tersebut. Asrun juga yakin bahwa dia akan memenangkan sidang gugatan ini karna dia membela pihak Provinsi.

“Kami yakin apabila kami membela Gubernur perkara ini kami bisa atasi” ucap Dosen Universitas Pakuan ini.

Proses persidangan ini juga diwarnai oleh beberapa aksi unjuk rasa. Aksi pertama digelar bersamaan dengan sidang gugatan oleh PT Sebuku Tanjung Coal. Aksi berasal dari masa yang pro akan keputusan Gubernur yang mencabut izin IUP PT SILO. Setelah masa tenang, aksi kembali berlangsung saat sidang sudah selesai. Aksi tersebut berasal dari masa yang pro dengan gugatan yang diajukan oleh PT SILO.

Meskipun terdapat dua kubu bersebrangan yang melakukan aksi, aksi masih tergolong aman dan lancar.

“Aksi unjuk rasa yang berlangsung tidak mengganggu hanya saja suaranya terdengar hingga sidang.” Ucap Yusril saat dimintai tanggapan soal aksi yang berlangsung,

Menurutnya aksi unjuk rasa biasa terjadi dan Yusril memaklumi karena aksi unjuk rasa adalah hak menyampaikan pendapat oleh masyarakat

“Itu bentuk kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi,” kata Yusril.

TINGGALKAN BALASAN