Untuk Siapa Kau Bertindak Untuk Siapa Kau Berbuat

Mungkin judul dari artikel diatas adalah kata yang pantas bukan sebagai pertanyaan tetapi sebagai pernyataan. Namun realita pada jaman sekarang malah berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan. Ironi yang terlihat jelas dikehidupan masyarakat Indonesia yang bersangkutan dengan kaum muda tentang arti nasionalisme sudah mulai hilang dari segi-segi kehidupan. Banyak kaum muda Indonesia jaman sekarang yang lebih suka dengan produk asing daripada produk dalam negeri, padahal kualitas produk dalam negeri banyak yang sama bahkan lebih baik dibandingkan produk luar negeri.

Tidak hanya mengenai masalah produksi saja, tingkah laku dan perilaku masyarakat Indonesia juga sudah melenceng dari garis normal bergerak menjauh. Melencengnya tingkah laku dan perilaku tersebut disebabkan karena kurangnya rasa nasionalisme yang dimiliki setiap individu masyarakat. Pengaruh negara asing juga turut serta membuat masyarakat tidak tau sebenarnya untuk siapa mereka bertindak dan untuk siapa mereka berbuat. Banyak yang menilai bahwa budaya Indonesia sudah menjadi budaya yang terkesan kuno dan “ndeso”. Lucunya lagi bahwa ketika ada negara yang mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya negaranya, masyarakat Indonesia terkesan marah besar tetapi tidak diimbangi dengan tindakan nyata yang menunjukan kalau mereka (masyarakat Indonesia) memiliki budaya tersebut. Tindakan-tindakan yang mereka lakukan malah berkebalikan dengan apa yang mereka katakan, salah satu contohnya adalah dulu ketika Malaysia mengklaim reog sebagai budaya asal negeri jiran tersebut, masyarakat Indonesia langsung panas dan menghujat malaysia sebagai negara “maling”.

Namun tindakan yang dilakukan bukan tentang bagaimana melestarikan budaya tersebut tapi malah mengasingkan budaya reog yang tercermin melalui jarang adanya pertunjukan reog dikarenakan minat dari penontonnya sendiri sudah bekurang bahkan tidak ada sama sekali.

Jika masyarakat Indonesia terus melakukan hal hal seperti itu maka lama kelamaan budaya yang ada dan berkembang di Indonesia bukan lagi budaya yang dibawa dan diciptakan para pendahulu bangsa melainkan budaya asing yang masuk secara perlahan namun pasti ke dalam sendi sendi bangsa. Maka dari itu sudah sejatinya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya pemuda bangsa Indonesia melestarikan budaya negeri sendiri dan tau untuk siapa kita bertindak dan untuk siapa kita berbuat.

Penulis: Angga D.

TINGGALKAN BALASAN