Jakarta, Semarak.News – Rencana pemindahan alat utama sistem persenjataan ke Timur Tengah berupa peluru kendali telah dinyatakan oleh Amerika Serikat. Hal tersebut merupakan bentuk respon dari Amerika Serikat atas klam Iran yang akan menyerang pasukan Amerika Serikat dan sekutunya. Selain itu, ini adalah bentuk strategi Amerika Serikat untuk menimbulkan rasa ketakuatan Iran.

Dalam kutipan Associated Press, Kamis (9/5), pejabat Amerika Serikat menyatakan berencana akan mengirim pesawat pembom jarak jauh B-52 ke Timur Tengah. Sementara itu, Amerika Serikat juga mempertimbangkan untuk menempatkan perangkat rudal darat ke udara yaitu MIM-104 atau di sebut Patriot, ke wilayah Timteng.

Meskipun demikian, rencana tersebut belum ditentukan waktu pelaksanaannya. Karena, sejak tahun 2018 pihak Amerika Serikat telah menarik sistem persenjataan rudal patriot di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Berdasarkan sumber informasi yang di peroleh Amerika Serikat, beberapa kapal laut milik Iran, oleh militer mereka telah dilengkapi dengan rudal dan berlayar bebas di pantai.

Merespon rencana Amerika Serikat yang memutuskan untuk mengirim armada ke timur tengah berupa kapal induk dan pesawat pembom, pihak Iran menanggapi bahwa keputusan tersebut merupakan hal yang salah. Iran menilai, terkait pernyataan tentang mereka dianggap mengancam keberadaan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di wilayah di jadikan sebagai alasan yang tidak pas.

John Bolton, Penasihat Keamanan Amerika Serikat, menyatakan bahwa pasukan dan sekutu Amerika Serikat dikirim untuk memberikan tekanan kepada Iran agar tidak berbuat hal aneh.

Ketegangan ini semakin memuncak di  antara kedua negara. Sejak pertengahan bulan lalu, pihak Iran sudah mengirimkan armada tempur dengan kapal induk USS Abraham Licoln untuk mengawasi.

Keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, untuk membatalkan sepihak terkait kesepakatan nuklir dengan Iran telah dilakukan tahun lalu. Dia menganggap program persenjataan peluru tetap di laksanakan oleh Iran.

Selain itu, daftar nama kelompok teroris mengalami penambahan pasukan dari Korps Garda Revolusi Iran. Sanksi juga tak segan di berikan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, kepada negara – negara yang masih melakukan transaksi  dan membeli minyak dari Iran.

Terkait keinginan untuk memberhentikan program pengembangan peluru kendali, Iran mengklaim tidak akan patuh dan patuh kepada Amerika Serikat. Namun di sisi lain, di perhitungkan penerapan sanksi pembelian minyak akan membuat perekonomian Iran anjlok.

LEAVE A REPLY