Selesai Cuti Berujung di Rumah Sakit

Batam, Semarak.news – Terdapat dugaan kekerasan yang telah dilakukan oleh pihak keamanan PT Tai Ceng Batam, Kemarin, Rabu (5/4/2018). Tindak kekerasan tersebut bermula ketika seorang karyawan telah selesai melaksanakn cuti untuk beberapa hari namun ditolak oleh absensi berupa fingerprint.

Karena ditolak oleh absensi fingerprint tersebut, Yopi selaku karyawan PT Tai Ceng mengadukan kejadian tersebut ke pihak manajemen perusahaan. Yopi ingin menjelaskan kepada pihak manajemen bahwa dirinya telah selesai melaksanakan cuti dan ingin melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari manajemen perusahaan, dirinya dipaksa untuk keluar dari kantor manajemen oleh pihak keamanan dan akhirnya jatuh yang mengakibatkan Yopi dirawat dirumah sakit.

Mengingat salah seorang karyarwan masuk rumah sakit karena dugaan kekerasan, salah satu pimpinan FSPMI Batam, Andi Saputra, mengatakan bahwa “Kami dari organisasi FSPMI tidak akan tinggal diam atas kejadian ini dan akan menindaklanjuti sesuai hukum berlaku”. Andi menjelaskan bahwa organisasi FSPMI yang menjadi wadah dalam menaungi para pekerja akan selelu bertindak tegas terhadap seluruh perlakuan perusahaan yang dinilai semena-mena terhadap pekerja.

Andi juga menambahkan bahwa perlakukan ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi kepada para pekerja, sehingga apabila tindakan kekerasan ini tidak segera diselesaikan maka pihak pekerja tidak akan segan untuk melakukan aksi ke Perusahaan. “Kejadian ini bukan pertama kali yang terjadi pada pekerja melainkan pernah beberapa kali, seperti diskriminasi pekerja maupun kurangnya tanggung jawab perusahaan terhadap kecelakaan pekerja. Karena itu, FSPMI akan melakukan aksi apabila kasus ini tidak segera diselesaikan oleh aparat keamanan”, ujar sekeretarsi KC FSPMI Batam tersebut.

Hingga saat ini, karyawan yang menjadi korban dugaan tindak kekerasan tersebut masih dirawat dan dilakukan pemvisuman yang hasil nya direncankan akan keluar pada esok hari. [N]

TINGGALKAN BALASAN