Januari 18, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Sektor manufaktur Indonesia berakhir pada 2021

Jakarta. Menurut laporan bulanan baru-baru ini oleh perusahaan riset IHS Markit yang dirilis pada hari Senin, perusahaan manufaktur Indonesia telah menyelesaikan 2021 dalam mode ekspansi, meskipun permintaan masih lambat pada kecepatan yang lebih lambat.

Indeks Manajer Manufaktur (PMI) IHS Markit Indonesia turun menjadi 53,5 pada Desember 2021, setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di 53,9 sebulan sebelumnya. Indeks di atas 50 mewakili ekspansi dari bulan sebelumnya.

Namun demikian, ini adalah bulan keempat berturut-turut pertumbuhan aktivitas industri, menyusul pelonggaran pembatasan Pemerintah-19 pada bulan-bulan sebelumnya.

Perusahaan yang disurvei oleh firma riset IHS Markit melaporkan perlambatan lebih lanjut dalam ekspansi, dengan pesanan baru naik pada tingkat yang sangat lambat dalam empat bulan.

“Kecepatan pemulihan di sektor manufaktur Indonesia melambat pada Desember,” kata Jing Ban, co-director ekonomi di IHS Markit, dalam sebuah pernyataan, Senin.

“Meskipun tingkat pertumbuhan yang tajam untuk produksi sub-kode keluaran, telah terjadi perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan permintaan, dengan total pekerjaan baru berkembang pada kecepatan yang lebih lambat selama empat bulan,” kata Bonn.

Pekerjaan tetap stabil, dengan sedikit peningkatan dalam resesi pekerjaan bulan lalu dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada catatan positif, pertumbuhan output naik ke tingkat tingkat ketiga dalam catatan, permintaan asing pulih dengan cepat, dan volume pembelian meningkat.

Sementara itu, tekanan rantai pasokan terus meningkat karena kinerja vendor yang terus memburuk. Dalam hal harga, inflasi biaya input mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari delapan tahun, dengan biaya output naik pada kecepatan yang sangat moderat karena biaya yang lebih tinggi dalam kisaran bahan baku dan biaya pengiriman yang lebih tinggi.

READ  Penggunaan batubara untuk pembangkit listrik di Indonesia akan meningkat sebesar 3% pada tahun 2022

“Hambatan pasokan yang berkelanjutan ke sektor manufaktur Indonesia menjadi perhatian utama karena kinerja penjual semakin memburuk dan perusahaan telah melaporkan harga yang curam.
Tekanan mempengaruhi produksi di beberapa perusahaan. Penting untuk memantau apakah ini terus mempengaruhi produksi atau menggerakkan momentum pertumbuhan saat ini ke depan, ”kata Bonn.

Namun, sikap perusahaan telah membaik karena ekspektasi bahwa kondisi ekonomi akan membaik dengan meredanya epidemi.

“[O]Tingkat kepercayaan bisnis jauh lebih positif daripada rata-rata jangka panjang sehingga produsen Indonesia optimis produksi akan terus tumbuh pada 2022, ”kata Ban.