Jakarta, Semarak.News – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil Pilpres 2019 pada hari selasa (21/5) dini hari. Hasil keputusan tersebut banyak memunculkan respon dari berbagai sudut pandang terkhusus para pasangan calon yang mengikuti pemilu.

Salah satu dampak dari pasca pengumuman oleh KPU menyebabkan kerusuhan massa, yang berlangsung pada tanggal 21 – 22 Mei 2019.

Fakta Uniknya, ada hal menarik terjadi selama kerusuhan 2 hari tersebut berlangsung. Disisi lain Terjadi inflow di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Hal tersebut berarti, aksi kerusuhan massa tersebut tidak berpengaruh kepada investor ke Indonesia. Selama 2 hari kemarin bahkan para investor asing melakukan pembelian hingga Rp. 1,7 Triliun.

Saat Konferensi Pers KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), Kementerian Keuangan, Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, “Di pasar SBN kami mencatat di dua hari terakhir terjadi net beli asing sekitar Rp 1,7 triliun. Jadi kalau di SBN 2 hari terakhir ini memang terjadi inflow”

Perry menilai, ekspektasi perbaikan ekonomi Indonesia serta menariknya imbal hasil di SBN Indonesia yang menjadi pengaruh masuknya dana asing tersebut.

Terlihat dari posisi yield yang mengalami penurunan, hal tersebut merupakan gambaran perbaikan pasar SBN Indonesia. Pada pagi ini untuk SBN Indonesia menempati posisi 7,95%, yang mengalami penurunan dari posisi kemarin yakni 8,05%.

Dana aning yang masuk ke pasar SBN RI sudah mencapai Rp. 57 triliun. Hal tersebut telah di pantau mulai dari awal tahun. “Sehingga bahwa inflow berlanjut menunjukkan kepercayaan pasar maupun investor asing”, tambah Pretty. (LIA)

LEAVE A REPLY